Politik Pemerintahan

Jelang Pilkada, Pengurus PCNU Gresik Tegaskan Tetap Netral

Gresik (beritajatim.com) – Perhelatan pesta demokrasi pemilihan kepala daerah (Pilkada) secara serentak tinggal enam bulan lagi. Tepatnya, pada Desember 2020.

Dari sekian daerah yang akan menggelar pilkada serentak. Kabupaten Gresik juga termasuk yang bakal menggelar pilkada. Ada dua calon pasangan Cabup dan Cawabup yang bakal maju. Dari kedua pasangan tersebut, sebagian besar berasal dari kalangan Nadhiliyin (NU).

Menanggapi hal itu, Ketua PCNU Gresik, KH. Khusnan Ali menuturkan pada prinsipnya organisasi yang dipimpinnya menegaskan harus netral. Namun, warga Nadhliyin yang miliki hak memilih dipersilahkan memilih sesuai dengan hati nuraninya.

“Secara garis besar di organisasi PCNU Gresik. Kami berada ditengah-tengah dan bersikap netral. Tidak boleh melakukan dukungan melalui organisasi,” ujar saat dikonfirmasi beritajatim.com, Sabtu (11/07/2020).

Lebih lanjut KH. Khusnan Ali mengatakan, selama ini PCNU Gresik tidak ada perpecahan meski pilkada serentak tinggal beberapa bulan lagi. Untuk itu, dirinya menghimbau agar warga Nadhliyin Gresik tetap solid dan tidak mudah terhasut.

“Himbauan saya seperti itu jangan sampai ada klaim hanya ingin memecah belah warga Nadhliyin,” katanya.

Dalam waktu dekat lanjut dia, PCNU Gresik akan mengeluarkan semacam maklumat mengenai pilkada. Yang perlu digaribawahi adalah PCNU bersifat netral meski sebagian besar pasangan calon yang mencalonkan diri orang NU.

Sebelumnya, beredar informasi ada undangan dengan kop resmi Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU Dukun yang berisi konsolidasi organisasi dan silaturahim dengan salah satu pasangan calon (Paslon), Kamis (9/7).

Udangan tersebut memancing reaksi keras dari berbagai pihak. Salah satunya dari Pengurus Cabang NU yang enggan disebut namanya. Pihaknya menyayangkan jika masih ada pengurus yang memanfaatkan tubuh Organisasi NU untuk kepentingan politik salah satu calon.

Padahal melalui AD/ART organisasi. NU secara organisasi dilarang terlibat politik praktis. Acara yang berlangsung pada kamis lalu, semula di tempatkan di Gedung LP Ma’arif Baitul Huda Desa Babak Bawo, Kecamatan Dukun. Kemudian Ibu-ibu PAC Muslimat NU Dukun akhirnya berpindah ke rumah salah seorang pengurus setelah ditegur Panwascam Kecamatan Dukun. (dny/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar