Politik Pemerintahan

Jelang Pilkada, Ipong Hati-hati Salurkan Bantuan Untuk Terdampak Covid-19

Bupati Ipong Muchlissoni (foto/Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Berbagai bantuan disalurkan untuk menanggulangi dampak dari pandemi Covid-19. Mulai dari Bantuan sosial tunai (BST) dari pusat, provinsi, hingga desa (BLT DD), serta bantuan pangan non tunai (BPNT) baik dari pusat maupun daerah. Diluar program bantuan-bantuan tersebut, Pemkab Ponorogo mengalokasikan Rp 9 miliar untuk perluasan bantuan.

“Masih belum kami salurkan, saya ingin hati-hati, supaya benar-benar tersalurkan kepada yang berhak menerimanya,” kata Bupati Ipong Muchlissoni, Senin (6/7/2020).

Anggaran bantuan Rp 9 miliar itu, kata Ipong bagi yang terdampak Covid-19 yang belum tercover oleh bantuan apa pun. Dari data yang dimilikinya, awaknya ada 22 ribu calon penerima yang telah terdata. Namun setelah melalui verifikasi, akhirnya tersisa 14 ribu. Dari sisa 14 ribu itu, sebenarnya masih ada yang tidak memenuhi syarat utama penerima bantuan Covid-19.

“Kembali saya ulangi, saya ingin hati-hati. Apalagi ini menjelang Pilkada, saya tidak ingin ada tuduhan menumpangi bantuan dengan kepentingan politik,” sebut Ipong yang memang ingin maju lagi pada Pilkada tahun ini.

Ipong mengungkapkan ada tiga syarat utama warga dapat menerima berbagai bantuan Covid-19. Betul-betul terdampak pandemi, miskin, dan belum mendapat bantuan mana pun. Kini mengaku pihaknya masih merundingkan, apakah calon penerima yang kurang memenuhi syarat akan tetap dibantu atau tidak.

“Akan kami berikan jika memang sudah diputuskan layak menerima bantuan,” tegas Ipong sambil menyebut dirinya membatasi keterlibatannya dalam setiap acara penyaluran bantuan kepada warga.(end/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar