Politik Pemerintahan

Jelang Pilkada 2020, Polres Ponorogo Bentuk Unit Cybercrime

Kasat Reskrim Polres Ponorogo AKP Maryoko (Foto/Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Di era digital seperti sekarang ini, kejahatan tidak hanya terjadi di dunia nyata saja. Namun, dengan perkembangan teknologi dan internet yang begitu pesat. Muncul adanya kejahatan dunia maya (cybercrime). Guna menekan masifnya kejahatan di dunia maya itu, Polres Ponorogo membentuk satu unit cybercrime pada satuan reserse dan kriminal untuk memantau dan menangani kasus-kasus yang terjadi di dunia maya tersebut.

“Pembentukan unit cybercrime ini bukan sebagai urgensi, namun sebagai peningkatan pelayanan penegakan hukum di Polres Ponorogo,” kata Kasat Reskrim Polres Ponorogo AKP. Maryoko, saat ditemui di Mapolres Ponorogo, Rabu (11/3/2020).

Jumlah personil yang ditempatkan di unit cybercrime ini ada 5 orang. Yakni 2 orang dari tim identifikasi, 2 orang darinResmob dan satu petugas yang benar-benar mempunyai kompetensi dibidang IT. Selain itu, unit ini juga selalu berkodinasi dengan Dinas Dukcapil dan Dinas Kominfo Ponorogo.

“Untuk lebih meningkatkan kinerja, kami juga sudah buat ruangan khusus unit cybercrime,” katanya.

Dengan adanya unit ini, Ponorogo yang sebentar lagi menghadapi Pilkada 2020, tentu akan berperan penting dalam menekan ujaran-ujaran kebencian. Sebab, akun media sosial yang mengeluarkan ujaran kebencian akan mudah terdeteksi. Maryoko menyebut untuk kasus cybercrime di bumi reyog, belum ada yang sampai ke ranah pengadilan. Selama ini kasus cybercrime yang terjadi bisa diselesaikan secara kekeluargaan, tentu dengan dimediasi oleh petugas. Namun, Maryoko mengakui ada beberapa modus kejahatan yang ancaman hukumannya disubsider ke Undang – Undang ITE.

“Pesan kami, semoga masyarakat lebih bijak dalam bermedia sosial. Apapun kejahatan yang dilakukan di dunia maya, jejak digital itu bisa terbaca meski sudah dihilangkan atau hapus,” pungkasnya. [end/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar