Politik Pemerintahan

Jelang Penutupan Jalan Yos Sudarso, Ini Catatan Golkar

Surabaya (beritajatim.com) – Sekretaris Fraksi Golkar DPRD Surabaya Agung Prasodjo meminta agar pihak terkait, khususnya Dinas Perhubungan (Dishub), harus segera memikirkan rekayasa lalu lintas di Jalan Yos Sudarso.

“Apalagi penutupan jalan itu cukup lama atau sekitar enam bulan. Jangan sampai kondisi ini mengganggu perekonomian di kawasan itu,” katanya.

Menurut Agung, sejumlah tempat seperti gedung DPRD Surabaya, Garden Palace, Pusura, Zangrandi dan lainnya di jalan Yos Sudarso akan terisolasi jika tidak ada rekayasa lalu lintas. “Jangan sampai menghambat, apalagi ini menyangkut perekonomian,” ujar pria yang juga anggota Komisi C DPRD Surabaya itu lebih lanjut.

Di siai lain, Dinas Perhubungan Kota Surabaya memastikan akan menyiapkan rekayasa lalu lintas terkait rencana penutupan Jalan Yos Sudarso selama enam bulan akibat pembangunan lanjutan perluasan basemen atau ruang bawah tanah Balai Pemuda dalam waktu dekat ini.

“Untuk rekayasa lalu lintas saat ini masih mau dirapatkan,” kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya Irvan Wahyudrajad.

Menurut dia, ada kemungkinan Jalan Yos Sudarso ditutup dan kendaraan dialihkan ke Simpang Dukuh dan Boulevard WTC. Sejumlah jalan yang selama ini difungsikan searah dimungkinkan menjadi dua arah. “Tapi tetap menunggu rapat dengan Dinas Cipta Karya,” ujarnya.

Selain itu rekayas lalu lintas juga bisa memfungsikan Jalan Kenari yang telah dibangun Pemerintah Kota Surabaya. Arus kendaraan kendaraan dari Jalan Tunjungan yang hendak ke Yos Sudarso dibelokkan ke Jalan Kenari. Dari Jalan Kenari kendaraan bisa melintasi Jalan Ketabang Kali atau jalan Wali Kota Mustajab, lalu berbelok ke Yos Sudarso.

Jalan Pemuda akan digali untuk menyambungkan ruang bawah tanah Balai Pemuda ke persil di seberangnya yakni di Jalan Pemuda Nomor 17. Proyek perluasan ruang bawah tanah diperkirakan akan tuntas pada 2019. [ifw/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar