Politik Pemerintahan

Jelang Pencoblosan, 34.993 petugas KPPS di Kabupaten Malang Jalani Rapid Test

Malang (beritajatim.com) – Jelang pelaksanaan pemungutan suara pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Malang 9 Desember, petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) jalani rapid test. Tujuannya untuk memastikan petugas KPPS tersebut bebas dari virus Covid-19 saat pencoblosan nanti.

Pelaksanaan rapid test tersebut digelar sejak tanggal 30 November hingga 2 Desember kemarin. Ada sebanyak 34.993 petugas KPPS yang dirapid test dalam kesempatan tersebut. Ditambah dengan petugas keamanan TPS sebanyak 9.998 orang.

“Ya, pelaksaan rapid test itu digelar di desa/kelurahan di Kabupaten Malang. Targetnya memang kemarin, Rabu (3/12/2020) sudah selesai. Tapi sampai saat ini belum selesai. Munkin sudah berjalan sekitar 75 persen,” terang Divisi Sosialiasi Pendidikan dan Pemilihan dan SDM KPUD Kabupaten Malang, Marhaendra Pramudya Mahardika saat dikonfirmasi, Kamis (3/12/2020).

Dari sekian KPPS yang dirapid test tersebut, menurut Mahardika ada beberapa orang yang dinyatakan reaktif.

“Tapi jumlahnya tidak bisa kami sampaikan, karena ini berkaitan dengan kesehatan seseorang. Lagipula kegiatannya belum selesai. Jadi hasil resminya juga belum keluar,” ujarnya.

KPU Kabupaten Malang, lanjut Mahardika, tidak akan tinggal diam. Bagi KPPS yang dinyatakan reaktif akan diminta untuk isolasi mandiri.

“Sambil menunggu untuk dirapid test yang kedua kalinya,” imbuhnya.

Namun, hal itu dipastikan tidak akan mengganggu regulasi pelaksanan Pilkada. Sebab KPU Kabupaten Malang, menurut Mahardika akan sudah menyiapkan beberapa opsi untuk menggantikan KPPS yang reaktif Covid-19.

“Jadi kalau dalam satu TPS ada 2 orang KPPS yang reaktif pelaksanaan pemungutan suara akan tetap lanjut tanpa ada penggantian. Tapi jika dalam satu TPS terdapat lebih dari 2 orang yang reaktif, maka kami akan segera mencari penggantinya,” Mahardika menutup. [yog/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar