Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Jelang Muktamar, NU Jatim: Kita Kompak Satu Suara untuk Gus Yahya

Wakil ketua Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama (PWNU) Jatim Ahmad Fahrur Rozi alias Gus Fahrur.

Malang (beritajatim.com) – Wakil ketua Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama (PWNU) Jatim Ahmad Fahrur Rozi alias Gus Fahrur mengungkapkan bahwa seluruh PCNU di Jatim dan pengurus PWNU sudah membulatkan tekad dukungan kepada duet Kiai Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam dan Kiai Yahya Cholil Staquf sebagai ketua umum PBNU.

“Ketua umum (Said Aqil Siraj) sudah dua periode makanya kita harus cari alternatif. Kemudian siapa dan sudah mempersiapkan diri itu hanya Gus Yahya. Beliau sudah sowan ke kiai-kiai memaparkan visi misi nya kemudian itu ditangkap oleh para kiai dan kemudian didengarkan di cabang,” ujar pria yang akrab disapa Gus Fahrur ini, Rabu, (13/10/2021).

Gus Fahrur mengungkapkan, setelah itu pada Selasa, (12/10/2021) kemarin semua berkumpul di kantor PWNU Jatim di Surabaya untuk melakukan rapat gabungan. Sempat ada perdebatan terkait calon yang akan didukung. Tetapi setelah Rais Syuriah NU Jatim Kiai Anwar Manshur memutuskan dukungan kepada Kiai Miftah dan Gus Yahya maka semuanya patuh dan mengikuti instruksi ini.

“Cabang-cabang datang untuk mencari satu suara, kita ini kompak PW (wilayah) dan PC (cabang) supaya satu suara makanya kita rapat. Awalnya ada perdebatan akhirnya kita kembalikan ke Rais. Ketika Rais berbicara semua langsung selesai. Jadi berjalan baik semua menerima termasuk Kiai Marzuki juga tanda tangan,” imbuh Gus Fahrur.

Pengasuh Ponpes Annur Bululawang Malang ini mengungkapkan bahwa sejak dua tahun lalu. Pada Muskerwil PWNU di Ponpes Nurul Jadid, Paiton Probolinggo November 2019. Mereka sepakat perlu ada perubahan AD/ART tentang masa kepengurusan NU. Masa khidmad Ketua Umum harus dibatasi 2 kali masa jabatan, demi proses regenerasi.

Berdasarak kesepakatan itulah mereka mencari alternatif calon ketua umum. Kemudian muncul nama Gus Yahya sebagai kandidat Ketua Umum dan Kiai Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU.

“Melalui Muskerwil PWNU 2019 ketua umum hanya 2 periode kita ajukan pembatasan lah muktamar 2020 ini. Kemarin (Rapat), tidak ada opini kedua, satu pendapat semuanya  tidak ada yang menentang. Semua PCNU sepakat ke Gus Yahya dan Kiai Miftah,” tandasnya. [luc/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar