Politik Pemerintahan

Jelang Lebaran, Wali Kota Mojokerto Salurkan Bansos di Tengah Pandemi

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari saat pembagian bantuan kepada tukang becak di Rumah Rakyat, Selasa (27/4/2021). [Foto: istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto kembali menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat. Bantuan sosial tersebut dengan sasaran tukang becak, lansia kurang mampu, disabilitas dan anak yatim non panti di Kota Mojokerto.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos-P3A) Heru Setyadi mengatakan, penerima bantuan paket sembako merupakan warga Kota Mojokerto yang belum tercover atau masuk ke dalam daftar pada Program Keluarga Harapan (PKH).

Adapun paket sembako yang diberikan berupa, beras, mie instan, minyak, kecap manis, teh celup dan gula. Bantuan disalurkan secara serentak pada, Selasa (27/4/2021) kemarin dan dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat. Bantuan disalurkan dengan pembagian waktu dua gelombang.

“Yakni, pagi dan siang. Penerima bantuan sebanyak 544 orang tukang becak kemarin, berasal dari 3 kecamatan di 18 kelurahan. Dengan rincian, Kecamatan Kranggan 142 orang, Kecamatan Magersari 223 orang dan yang terakhir Kecamatan Prajurit Kulon 179 orang,” ungkapnya, Rabu (28/4/2021).

Sementara itu, Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari mengatakan, bantuan yang diberikan oleh Pemkot Mojokerto, tidak hanya disalurkan kepada tukang becak saja, melainkan juga diberikan kepada 300 orang penyandang disabilitas, 1.451 lanjut usia (lansia) kurang mampu dan 335 anak yatim non panti.

“Untuk penyandang disabilitas, kami memberikan bantuan berupa sembako senilai Rp200 ribu. Yang isinya beras, minyak goreng, mie instan dan gula pasir. Yakni 84 orang dari Kecamatan Kranggan, 139 orang dari Kecamatan Magersari dan 77 orang dari Kecamatan Prajurit Kulon,” katanya.

Penyandang disabilitas yang menerima bantuan adalah mereka yang mengalami disabilitas fisik, disabilitas sensorik, disabilitas mental dan disabilitas intelektual khususnya dari keluarga yang kurang mampu. Sedangkan bantuan untuk lansia kurang mampu kepada 1.451 orang dari tiga kecamatan.

“Sebanyak 422 orang dari Kecamatan Kranggan, 557 orang dari Kecamatan Magersari dan 472 orang dari Kecamatan Prajurit Kulon. Adapun bantuan yang diberikan berupa uang tunai senilai Rp500 ribu yang disalurkan melalui kantor pos dan dikirim langsung ke rumah masing-masing penerima bantuan lansia,” jelasnya.

Sementara bantuan kepada anak yatim non panti sebanyak 335 orang dengan masing-masing penerima mendapatkan bantuan sebesar Rp1 juta. Bantuan tersebut disalurkan secara bergiliran selama empat hari, mulai dari tanggal 27 hingga 30 April 2021.

“Dengan bantuan-bantuan tersebut diharapkan dapat membawa manfaat sekaligus dapat menyambung kebutuhan hidup sehari-hari selama pandemi Covid-19 belum usai,” tegasnya. [tin/ted]



Apa Reaksi Anda?

Komentar