Politik Pemerintahan

Jelang Kepulangan Pekerja Migran Indonesia, Pemkot Mojokerto Siapkan Rusunawa

Wakil Wali Kota Mojokerto, Achmad Rizal Zakaria bersama Kapolresta Mojokerto, AKBP Deddy Supriadi saat mengecek Stasiun KA Mojokerto.

Mojokerto (beritajatim.com) – Ada sekitar 14 ribu Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari sejumlah negara akan pulang ke Indonesia jelang lebaran karena kontrak di negara tempatnya bekerja habis. Pemerintah Kabupaten/Kota diminta untuk menyiapkan skema untuk menyambut kedatangan mereka.

Wakil Wali Kota Mojokerto, Achmad Rizal Zakaria mengkau, belum tahu jumlah warga Kota Mojokerto yang menjadi PMI dan akan datang jelang lebaran mendatang. “Informasi belum masuk. Kalau se-Indonesia ada 14 ribu an. Belum ada (jumlah warga Kota Mojokerto, red), semoga lancar,” ungkapnya, Senin (26/4/2021).

Masih kata Wakil Wali Kota, sesuai arahan Gubenur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, pemerintah daerah diminta menyiapkan langkah antisipasi dengan menyediakan tes swab antigen. Jika hasilnya reaktif, mereka akan menjalani swab PCR test dan dikirimkan ke rumah sakit rujukan.

Sementara bagi PMI, yang tidak mengalami gejala dan hasilnya testing-nya non reaktif. Maka mereka bisa dipulangkan ke daerah masing-masing, lalu dilanjutkan proses karantina. Di Provinsi Jawa Timur, mereka akan ditempatkan di Asrama Haji Sukolilo sebelum pulang ke daerah masing-masing.

“Sesuai dengan rencana, 2 hari di Asrama Haji sebelum dijemput pemerintah masing-masing. Untuk Kota Mojokerto, 3 hari di Rusunawa dan dilakukan tes swab baru di perbolehkan bertemu keluarganya masing-masing,” katanya didampingi Kapolresta Mojokerto, AKBP Deddy Supriyadi. [tin/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar