Politik Pemerintahan

Jelang Anas Bebas, PPI: Direndam di Dalam Lumpur, Permata Tetaplah Permata!

Surabaya (beritajatim.com) – Pimpinan Nasional Perhimpunan Pergerakan Indonesia (Pimnas PPI) memberikan pernyataan sikap resmi sehubungan akan bebasnya Anas Urbaningrum pada 11 April 2023.

Inilah sikap PPI yang disampaikan Presidium Pimnas PPI, Ian Zulfikar yang diterima beritajatim.com, Sabtu (8/4/2023).

1. Kami bersyukur dan bersukacita bahwa setelah sekian lama menjalani proses pengasingan akibat persekusi hukum dan kriminalidasi, Anas Urbaningrum akan segera bebas merdeka. Ini akan menjadi momentum yang baik untuk memutus rangkaian masa-masa sedih, karena perampasan kemerdekaan secara batil.

2. Kami berharap Anas Urbaningrum akan kembali berkiprah dan turut memberikan warna bagi Indonesia yang lebih baik. Negeri ini kehilangan sebagian energi progresifnya hampir satu dasawarsa, ketika Anas Urbaningrum dipaksa oleh tangan-tangan jahat oknum kekuasaan untuk dikandangkan. Skenario jahat mengusir Anas dari dinamika kehidupan Indonesia adalah tragedi yang sungguh menyedihkan.

Penahanan Tambah Sehari, Anas Urbaningrum Tertunda ke Blitar

3. Kami yakin bahwa betapapun direndam lama di dalam lumpur dan dirusak karakternya secara terstruktur, sistematis, dan masif bertahun-tahun, yang namanya permata tetaplah permata. Tidak akan berubah menjadi besi karatan. Mata batin publik yang jernih akan melihat Anas Urbaningrum sebagai salah satu permata bangsa ini.

“Karena itu, selalu akan ada tempat bagi Anas untuk meneruskan kiprahnya, perjuangannya bagi negeri yang dicintainya. Anas tidak akan pernah bergeser cinta dan komitmennya bagi Indonesia,” tegas Ian.

4. Kami sungguh berharap kasus persekusi hukum dan kekuasaan serta kriminalisasi yang pernah dialami Anas Urbaningrum tidak boleh terjadi lagi pada siapapun. Penegakan hukum harus lurus, jujur, objektif, impersonal, dan berporos pada spirit keadilan.

“Jangan ada lagi oknum kekuasaan yang melakukan intervensi hukum, seperti misalnya dulu ada pidato dari Jeddah yang terang-terangan mengintervensi KPK. Jangan ada lagi kasus bikin sprindik sendiri dan kemudian dibocorkan untuk dukungan opini publik. Sejarah hitam seperti itu jangan pernah terulang lagi. Yang hitam hapuskan, yang putih baik teruskan,” kata Ian.

5. Kami berharap semua pihak bersedia untuk belajar dan memetik hikmah dari kasus kriminalisasi Anas Urbaningrum bagi perbaikan kehidupan berbangsa dan bernegara. “Kita wajib bergerak maju dengan belajar dan perbaikan secara berkelanjutan. Bebasnya Anas, kesyukuran kami dan sukacita Indonesia,” pungkasnya. (tok/ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar