Politik Pemerintahan

Jatim Usulkan Khofifah Jadi Ketum PPP Gantikan Rommy

Surabaya (beritajatim.com) – Dosen Komunikasi Politik dan Dekan FISIB Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Surokim Abdussalam berpendapat bahwa sosok Khofifah Indar Parawansa adalah pilihan akal sehat menjadi Ketua Umum PPP menggantikan Romahurmuziy (Rommy).

Ini setelah Rommy ditangkap dan ditetapkan tersangka oleh KPK atas dugaan jual beli jabatan di Kementerian Agama.

“Bu Khofifah pilihan masuk akal sebagai Ketua Umum PPP untuk jalan pintas menyelamatkan parliamentary treshold (PT) 4 persen. Hanya saja masalahnya, apakah Bu Khofifah bersedia, kecuali dipaksa oleh seseorang yang dihormatinya,” kata Surokim kepada beritajatim.com, Sabtu (16/3/2019) malam.

Menurut peneliti senior Surabaya Survei Center (SSC) ini, ibaratnya PPP sekarang ini sedang dalam posisi kritis. “Jadi butuh pilihan nahkoda yang bisa mengikis persepsi tentang korupsi itu. Jika Bu Khofifah mau, maka PPP dapat durian runtuh itu,” ujarnya.

Bagi Khofifah, menurut dia, itu juga sesuatu yang dilematis karena belum 100 hari kerja dan publik Jatim masih menunggu realisasi percepatan janji-janji kampanyenya.

“Yang bisa memaksa Bu Khofifah sekarang hanya dua kekuatan. Yakni, kiai sepuh yang dekat dengan Bu Khofifah dan Presiden Jokowi. Jika ada titah dari dua orang itu mungkin ada peluang Bu Khofifah mau,” jelasnya.

Sementara itu, DPW PPP Jatim akan mengusulkan nama Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa untuk dijadikan Ketua Umum PPP.

“Kami dari PPP Jatim akan mengusulkan nama Gubernur Jatim yang juga Ketua Umum PP Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa sebagai Ketua umum PPP dalam Munaslub yang akan digelar dalam waktu dekat ini,” ujar Ketua DPW PPP Jatim Musyafak Noer dikonfirmasi terpisah.

“Selain Khofifah, kami juga mengusulkan nama salah satu pengurus DPP PPP Suharso Monoarfa. Keduanya adalah kader PPP yang layak untuk memimpin PPP,” pungkasnya. [tok/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar