Politik Pemerintahan

Jatim Jadi Daerah Terbanyak Melakukan Pelanggaran Pemilu 2019

Seminar Pemilu 2019 di Malang.

Malang(beritajatim.com) – Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Timur, Purnomo Satriyo Pringgodigdo mengungkapkan selama Pemilihan Umum (Pemilu) pada April 2019 lalu sebanyak 3 ribu pelanggaran yang ditemukan Bawaslu.

Purnomo mengatakan, dari sebanyak 3 ribu pelanggaran itu. Wilayah Jawa Timur menyandang sebagai daerah terbanyak melakukan pelanggaran Pemilu. Jumlah pelanggaran itu rata-rata merupakan temuan bukan laporan masyarakat.

“Bicara soal temuan pelanggaran, sampai saat ini ada 3 ribu lebih, dan di Jatim ini yang terbanyak di Indonesia. Rata-rata memang t emuan, kalau laporan masyarakat masih minim. Sebagian besar pelanggaran ini sudah kami tindaklanjuti,” kata Purnomo.

Purnomo mengungkapkan ada tiga kasus pelanggaran yang mendominasi dalam Pemilu 2019. Jenis pelanggaran antara lain pemasangan Alat Peraga Kampanye (APK), politik uang (money politics), disusul netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam Pemilu 2019.

“Sementara pelanggaran terkait netralitas ASN langsung kami limpahkan pada Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). Kami saat ini masih melakukan evaluasi. Seperri dari sisi pencalonan, napi koruptor masih menjadi polemik, bahkan hingga Pilkada serentak nanti,” paparnya.

Bawaslu Jatim memiliki catatan dan evaluasi Pemilu. Hasil evaluasi diharapkan menjadi dasar untuk penyelenggaraan Pilkada serentak 2020 mendatang. Bawaslau memiliki beberapa catatan dari proses verifikasi parpol sebagai peserta pemilu sampai dengan proses perhitungan dan pemungutan suara yang banyak memakan korban para pahlawan demokrasi.

“Evaluasi in tidak hanya dilakukan oleh Bawaslu, tetapi KPU dan peserta pemilu yang notabene menjadi pihak langsung dalam pelaksanaan pemilu,” tandasnya. (luc/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar