Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Jarnas: Anies Baswedan Patahkan Fitnah Intoleransi dengan Bekerja

Shodiq Suhardianto, DPP Jarnas Abies Baswedan

Jember (beritajatim.com) – Jaringan Relawan Nasional (Jarnas) Anies Baswedan tak risau dengan tudingan intoleran dan radikal yang diarahkan kepada Anies. Sejauh ini semua tudingan itu tak terbukti dan hanya fitnah.

“Cap kepada Pak Anies, yang sering difitnah intoleran, radikal, wahabi dan lain-lain itu salah. Dia nasionalis religius. Pendidikannya di Amerika Serikat dan (punya gelar) PhD. Mana mungkin? Tidak mungkin. Tidak masuk akal,” kata Shodiq Suhardianto, pengurus Dewan Pimpinan Pusat Jarnas Anies Baswedan, usai deklarasi Jarnas Anies Baswedan Kabupaten Jember, Jawa Timur, di Hotel Cempaka Hill, Kamis (26/5/2022).

Bagaimana cara menepis fitnah itu? “Kami sampaikan, bahwa selama empat tahun menjadi Gubernur DKI Jakarta, beliau tidak pernah membantah, tidak pernah menyangkal, dia diam, tapi bekerja,” kata Shodiq.

Shodiq mencontohkan pemberian BOTI (Bantuan Operasional Tempat Ibadah) untuk rumah ibadah semua agama. “Misalkan, orang Tamil seumur hidup belum pernah ada yang membantu. Baru Pak Anies. Bahkan tukang kebun gereja dikasih bantuan semua. Tidak sekadar masjid. Umrah marbot masjid itu dilakukan,” katanya.

“Setelah empat tahun baru terbukti sekarang. Hampir semua pendeta menyampaikan, bahwa Pak Anies adalah nasionalis. Jadi tidak perlu dibantah pakai kata-kata, tapi dengan perbuatan. Tapi ide, gagasan, narasi, baru kemudian kerja, memang dia lakukan,” kata Shodiq.

Kegiatan di Monas pun tidak didominasi kelompok Islam. Setelah kelompok 212 menggelar acara di Monas, menurut Shodiq, pendeta Gilbert Lumoindong menggelar acara perayaan Paskah di Monas pada 2018.

Sosok Anies, dinilai Shodiq, bisa melihat situasi dan kondisi saat ini, serta visioner. “Saya lihat tidak sekadar jujur, tapi juga punya kapasitas secara akademis maupun politis. Harapan ke depannya mudah-mudahan beliau diusung oleh partai dan mencukupi (electoral) threshold 20 persen,” katanya.

Saat ini, Jarnas Anies Baswedan terus membangun kekuatan di seluruh kabupaten dan kota di Indonesia. “Relawan bukan hanya jarnas. Ada kurang lebih 50 kelompok relawan. Tapi secara nasional yang terstruktur pertama kali memang Jarnas,” kata Shodiq. [wir/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar