Politik Pemerintahan

Jambore BUMDes se Jatim, Ini Pesan Khofifah

Malang (beritajatim.com) – Jambore Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Temu Karya diadakan selama dua hari yakni Jumat (3/5/2019) dan Sabtu (4/5/2019) di Wisata Boonpring Desa Sanankerto, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang. Jambore BUMDesa tahun ini, diikuti 130 BUMDes terbaik se-Jawa Timur dari 29 kabupaten dan 1 Kota Batu. Jambore ini, juga ajang berkumpulnya pengurus, pendamping desa, kepala desa dan Kepala DPMD se-Jatim untuk bertukar pengalaman.

Kegiatan diawali dengan sarasehan di Balai Desa Sanankerto, Turen pada Jumat malam. Kemudian dilanjutkan talk show tentang karya BUMDes dengan tema meningkatkan perekonomian desa di Jawa Timur melalui pemberdayaan BUMDes. Talk show menghadirkan tiga narasumber, yakni Karina Yunita dari Kanwil BNI Malang, Arief Triastika Manager Regional Relation CSR PT. HM Sampoerna dan Najik Umar, Pimpinan Sub Divisi Kredit Bank UMKM Jatim.

Acara dilanjutkan dengan pembukaan Jambore BUMDes, oleh Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansah yang ditandai dengan menekan tombol sirine. Selain membuka Jambore BUMDes, Gubernur Jatim juga meresmikan Klinik BUMDes.

Melalui BUMDes, terang Khofifah, penguatan sentra-sentra pertumbuhan ekonomi baru bisa dilakukan di setiap desa. Selain itu, keberadaan BUMDes, juga akan meningkatkan dana desa. “Kreativitas dan inovatif masyarakat desa juga semakin besar. Sehingga, akan memotivasi perguruan tinggi, ataupun dunia usaha dan industri untuk berlomba melakukan pendampingan,” ungkap Khofifah, Sabtu (4/5/2019).

Klinik BUMDes ini, untuk berdayakan BUMDes treatment dan melakukan pemetaan potensi dan jenis usaha pada BUMDes. Termasuk untuk peningkatan kapasitas kewirausahaan, pertumbuhan ekonomi UMKM serta penguatan jejaring pemasaran.

Dalam pembukaan Jambore BUMDes, Gubernur Jatim juga menyerahkan hadiah dan penghargaan untuk juara BUMDes. Termasuk bantuan penanggulangan kemiskinan kepada tiga kepala desa, serta 300 paket bantuan untuk masyarakat miskin.

Khofifah memuji BUMDes Boonpring Desa Sanankerto, Turen, Malang, yang menjadi juara satu tingkat nasional. Boonpring yang memiliki lebih dari 100 jenis tanaman bambu ini, mampu berkontribusi dengan menghasilkan PAD (pendapatan asli daerah) sebesar Rp 460 juta. Sehingga tidak hanya mandiri, tetapi juga sudah bisa menyerap tenaga kerja.

“Kami berharap Boonpring ini, bisa terus berkembang seperti Pujon Kidul, yang saya resmikan sekitar dua tahun lalu. Pujon Kidul mampu berkembang pesat hingga sekarang bisa menghasilkan PAD sebesar Rp 2,5 miliar,” tutur Khofifah.

Khofifah melanjutkan, keberadaan sentra ekonomi berbasis desa atau BUMDes ini, akan menjadi spirit bagi masyarakat desa untuk hidup lebih sejahtera. Karena keberadaan BUMDes, secara tidak langsung akan menekan angka kemiskinan masyarakat.

Karena dengan adanya BUMDes masyarakat, akan memiliki referensi atau harapan bisa mendapat tambahan income, untuk diri sendiri, keluarga dan tentunya bisa berkontribusi untuk PAD Kabupaten Malang. “Lihat saja pemilik warung di sekeliling Boonpring ini, mereka pastinya terus berinovasi untuk bisa mendapatkan tambahan dari usaha yang digelutinya,” urai Khofifah. (yog/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar