Politik Pemerintahan

Jam Malam Warkop Masih Buka, Wali Kota Mojokerto Ancam Tutup

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari menemukan warung kopi yang masih buka di jam malam. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Wali Kota Mojokerto melakukan inspeksi mendadak, Minggu (26/5/2020) malam untuk melihat pelaksanaan Surat Edaran dijalankan masyarakat atau tidak. Ning Ita (sapaan akrab, red) mengancam akan memberikan sanksi tegas jika masih ada pedagang yang nekat buka di jam malam.

Surat Edaran Wali Kota Mojokerto Nomor 443.33/4026/417.309/2020 terkait Physical Distancing yang berlaku sejak tanggal 25 April 2020.

“Kami memberikan waktu cukup untuk hari ini (kemarin), karena tadi sudah ada peringatan dan diberikan secara langsung surat edarannya. Sehingga nanti jika ditemukan mereka masih buka lagi, maka akan dilakukan penutupan dan di tingkatkan ke asesment. Tutup tidak boleh buka lagi secara permanen,” ungkap, Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, Senin (27/4/2020).

Sanksi tegas tersebut diberikan, lantaran Wali Kota perempuan pertama di Kota Mojokerto ini masih banyak warung kopi, maupun food court di beberapa jalan protokol masih tetap nekat buka setelah jam malam diberlakukan.

Pemberlakukan jam malam tersebut mulai pukul 19.00 WIB sampai pukul 06.00 WIB dan berlaku sejak tanggal 25 April 2020 hingga 30 April 2020.

“Saya melihat sudah cukup efektif memang di hari kedua ini, cuman memang tadi masih ada sejumlah warung kopi masih nekat berjualan hingga jam malam dilakukan. Untuk hari kedua ini, kita masih memberikan himbauan dan peringatan terakhir bagi warung-warung yang mengaku belum menerima Surat Edaran tersebut. Karena mengaku belum menerima Surat Edaran,” katanya.

Masih kata Ning Ita, himbauan dan peringatan kepada warung yang masih buka tersebut langsung diberikan di tempat. Namun lantaran para pedagang mengaku belum menerima Surat Edaran tersebut sehingga orang nomor satu di Kota Mojokerto ini tidak langsung memberikan saksi tegas namun hanya himbauan dan peringatan saja.

“Mungkin karena terlewatkan belum menerima atau tidak memahami surat edaran, maka ini adalah peringatan terakhir. Mereka bisa buka lebih siang atau melayani pembeli untuk take away (bungkus) karena ini bulan puasa. Kita menghindari orang-orang datang ke warung hanya untuk cangkrukan atau hanya untuk beli secangkir kopi buat ngobrol berlama-lama karena di sana lah potensi kerawanan penyebaran Covid-19,” tegasnya.

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari mengeluarkan Surat Edaran (SE) terkait imbauan kewaspadaan terhadap penyebaran  Covid-19 saat bulan ramadan. Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto akan menerapkan batasan-batasan tertentu kepada warga untuk dipatuhi selama bulan suci ramadan.

Dalam surat edaran wali kota nomor 443.33/4026/417.309/2020 menjelaskan terkait beberapa point. Pertama menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dengan mencuci tangan. Kedua, melaksanakan physical distancing di beberapa ruas jalan protokol, yang berlaku mulai 25 April sampai 30 Mei 2020 mulai pukul 19.00 WIB – 06.00 WIB.

Ketiga, mematuhi Maklumat Bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah dan tokoh agama se-Kota Mojokerto. Sedangkan bagi seluruh pedagang kaki lima, toko modern, rumah makan dan sejenisnya, wajib menerapkan protokol kesehatan. Seperti menyediahkan tempat cuci tangan, wajib mengenakan masker dan mengatur jarak antar kursi.[tin/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar