Politik Pemerintahan

Jalur Ring Road Tuban Belum Diresmikan, Ini Alasannya

Tuban (beritajatim.com) – Proses kegiatan proyek pembangunan Ring Road atau Jalan Lingkar Selatan (JLS) Kabupaten Tuban dengan panjang sekitar 19 kilometer sudah dinyatakan selesai oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) pada akhir 2020 lalu.

Namun, hingga sampai dengan awal tahun 2021 ini jalan lingkar tersebut masih belum diresmikan atau dioperasikan secara resmi oleh pihak Pemerintah Kabupaten Tuban. Meksi belum dibuka secara resmi, namun jalan Ring Road Tuban itu sudah banyak dilalui kendaraaan sebagai jalur alternatif untuk menuju arah Surabaya maupun sebaliknya.

Dari pantauan beritajatim.com di lapangan, keberadaan JLS Tuban itu sendiri saat ini sudah tembus dari mulai Bogorejo, Kecamatan Merakurak, Tuban sampai dengan Desa Tunah, Kecamatan Semanding, Tuban. Kondisi jalan yang masih bagus itu membuat para pengendara motor maupun mobil kecil yang dari Tuban mau ke arah Surabaya lebih memilih untuk melewati jalur itu.

“Kalau dari arah Semarang mau ke Surabaya sekarang sudah enak lewat jalur Ring Road ini, lebih cepat dari pada harus lewat kota. Jalannya juga masih bagus,” ujar Adi (33), salah satu pengendara mobil yang sudah biasa lewat jalan Ring Road itu, Selasa (12/1/2021).

Selain kendaraan mobil pribadi maupun sepeda motor, jalan ring road itu juga sudah banyak dilewati kendaraan truk diesel kecil. Namun, sejumlah pengendara juga harus tetap hati-hati lantaran meski sudah selesai kegiatan pembangunannya tetapi belum dilakukan uji kelayakan untuk jalan itu sendiri.

“Kegiatan pembangunan Ring Road sudah selesai, untuk rencana buka (dioperasikan) masih nunggu kajian dari teman-teman Forum Lalu Lintas,” terang Agung Supriyadi, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Tuban.

Sementara itu, untuk pihak Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tuban sendiri belum bisa memastikan kapan jalan Ring Road tersebut akan dilakukan kajian. Pasalnya, sampai dengan sejauh ini masih banyak rambu-rambu yang belum tuntas yang dibutuhkan di jalur lingkar tersebut.

“Kita masih menunggu rapat dulu sekaligus pengecekan kesiapan sarana prasarananya, mulai jalannya, rambunya, pengaturan manajemen rekayasa lalulintasnya dan lain lain. Untuk rambu-rambu juga belum tuntas juga,” ungkap Gunadi, selaku Plt Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tuban.

Adapun dari hasil pengamatan di lapangan, meski dikatakan proyek telah selesai namun masih ada beberapa titik pembatas saluran air yang tidak ada, seperti halnya gorong-gorong/saluran air yang ada di perempatan Desa Kembangbilo, Kota Tuban. Hal tersebut dinilai rawan dan membahayakan bagi para pengendara yang melintas apalagi saat malam hari.[mut/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar