Politik Pemerintahan

Jalin Matra PFK, Satu-satunya Wakil Jatim di UNPSA 2020

Surabaya (beritajatim.com) – Program Jalan Lain Menuju Mandiri Dan Sejahtera (Jalin Matra) Penanggulangan Feminisasi Kemiskinan (PFK) Pemprov Jawa Timur kembali ukir prestasi di akhir tahun pelaksanaannya. Program ini diutus mewakili Provinsi Jawa Timur dalam lomba pelayanan publik internasional atau United Nations Public Service Awards (UNPSA) 2020.

Kabar baik tersebut diungkap Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa, Mohammad Yasin, saat membuka Rapat Koordinasi dan Evaluasi Program Jalin Matra 2019 di Hotel Arya Gajayana Kota Malang, Selasa (19/11/2019).

“Alhamdulillah setelah tahun 2018 lalu berhasil menjadi finalis, tahun depan menjadi satu-satunya inovasi program yang mewakili Pemprov Jatim,” kata Yasin melalui rilisnya kepada beritajatim.com.

Sama dengan saat 2018, Jalin Matra PFK pada UNPSA tahun depan juga diikutkan dalam kategori pelayanan publik yang responsif gender untuk mencapai sasaran Sustainable Development Goals (SDGs)

Program Jalin Matra PFK terpilih bersama 19 program inovasi lainnya dari berbagai daerah di Indonesia. Ke-20 program inovasi tersebut dipilih dari Top 45 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2019 serta peserta dan finalis UNPSA 2019 yang perkembangan inovasinya masih berkelanjutan.

Program Jalin Matra PFK kata Yasin, dinilai memiliki kesiapan dan kesesuaian baik dengan tujuan, kriteria, dan indikator SDGs, termasuk ketersediaan data yang diperlukan dari awal inovasi dilahirkan sampai dampak dari inovasi.

Selama 5 tahun berjalan, Program Jalin Matra telah menjangkau hampir 87.000 Kepala Rumah Tangga Perempuan (KRTP) melalui kegiatan PFK. Program ini mengintervensi kelompok perempuan dengan tingkat kesejahteraan 10 persen terendah, yang menjadi kepala rumah tangga akibat perceraian atau ditinggal mati suaminya.

Para KRTP tersebut diberi bantuan modal usaha produktif sebesar masing-masing Rp 2,5 juta. Jenis usaha tergantung permintaan KRTP, asalkan sesuai ketentuan yang berlaku.

Program Jalin Matra ikut menyumbang penurunan angka kemiskinan pedesaan di Jatim. Data kemiskinan yang dirilis Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Timur pada Maret 2019 menyebut, pada periode September 2018-Maret 2019, kemiskinan di pedesaan turun sebesar 171.070 orang (0,78 persen), sedangkan di perkotaan turun sebesar 8.820 (0,13 persen).

Pada 2018, program ini juga dikirim untuk mengikuti kompetisi United Nations of Public Service Awards (UNPSA) Kota Marakesh, Maroko dan berhasil masuk salah satu finalis dalam kategori Menyediakan atau mempromosikan Pelayanan Publik Yang Responsif Gender Untuk Mencapai Sasaran Sustainable Development Goals

Dalam acara tersebut digelar evaluasi pelaksanaan program selama 5 tahun terakhir dengan melibatkan pakar dari sejumlah perguruan tinggi ternama di Jawa Timur seperti Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Malang dan Universitas Airlangga Surabaya, yang selama ini mewadahi pendamping program.

“Dari hasil evaluasi diharapkan muncul rekomendasi dan masukan dari para pendamping yang selama ini bekerja untuk keberlanjutan program penanganan kemiskinan Pemprov Jatim kedepannya,” pungkas Yasin. [tok/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar