Politik Pemerintahan

Jalan Sultan Agung Jember Ambrol, Arus Lalu Lintas Direkayasa

Jember (beritajatim.com) – Ambrolnya Jalan Raya Sultan Agung, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Senin (2/3/2020), berdampak pada arus lalu lintas. Dinas Perhubungan Jember melakukan rekayasa arus lalu lintas agar tak ada kendaraan yang melintasi titik jalan yang ambrol tersebut.

Jalan tersebut ambrol kurang lebih sedalam 10 meter ke Sungai Jompo yang terletak di bagian bawah. Ini mengakibatkan sedikitnya tujuh rumah toko ikut ambruk. Tak ada korban jiwa dalam insiden itu.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Forum LLAJ (Lalu Lintas dan Angkutan Jalan), khususnya Satuan Lalu Lintas Polres Jember. Untuk lalu lintas ke arah Banyuwangi, akan diseleksi di simpang empat Argopuro (Jalan Gajah Mada), diarahkan belok kanan ke Jalan Imam Bonjol. Sementara yang ke arah Bondowoso, akan diseleksi di simpang tiga Al Huda,” kata Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Jember Leon Lazuardi. Rekayasa arus lalu lintas ini dilakukan hingga perbaikan jalan yang ambrol di Sultan Agung selesai.

Tahap rekayasa arus lalu lintas selanjutnya adalah di Jalan Samanhudi. “Masih dalam proses kajian. Nanti akan diberlakukan dua arah, untuk mengurangi beban di Jalan Trunojoyo. Bisa menjadi short cut Jalan Trunojoyo ke arah alun-alun,” kata Leon.

Beban puncak jalan di Jember ada pada pagi dan sore. “Kalau beban puncak pagi, antara pukul 06.30 – 07.30. Karena Jalan Sultan Agung adalah jalan nasional, kita harus lebih hati-hati dalam melakukan rekayasa. Kami perlu lebih banyak koordinasi dengan instansi samping,” kata Leon.

Bagaimana antisipasi kemacetan di daerah lain? “Kebetulan di simpang empat SMP 7 (di kawasan Kelurahan Slawu) sudah kami berlakukan flashing. Tadi pagi puncak arus lalu lintas di sana, sangat macet, sudah kami kendalikan di TMC. Saat ini sudah terpantau normal,” kata Leon. [wir/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar