Politik Pemerintahan

Jalan Rusak Berpotensi Jadi Gugatan Class Action

Jalan di Sampang berkubang lumpur

Sampang (beritajatim.com) – Tingginya tingkat kerusakan jalan poros kabupaten di sejumlah wilayah, seperti di Kecamatan Kedungdung dan jalan longsor di Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, berpotensi menjadi materi gugatan Class Action kepada pemerintah kabupaten (pemkab) atau bupati.

Sebab, jika terjadi kecelakaan karena kerusakan jalan raya dan mengakibatkan kerugian terhadap korban, maka sekelompok orang yang mempunyai kepentingan dalam suatu masalah bisa melancarkan gugatan Class Action.

“Ketika misalnya ada kecelakaan terjadi akibat jalan yang rusak, masyarakat bisa melakukan gugatan Class Action kepada Bupati, dengan mendaftarkan ke pengadilan,” terang Arman Syahputra praktisi hukum, Minggu (7/3/2021).

Lebih lanjut, Arman menambahkan, tetapi dari gugatan itu harus dilihat dulu kesalahannya akibat kebijakan dari pemerintahan jelas sacara legal standing. “Tidak moro-moro melakukan gugatan,” tegasnya.

Terpisah, Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sampang, Yuliadi Setiawan saat dihubunggi melalui jaringan selulernya terkait potensi munculnya gugatan Class Action, pihaknya menjelaskan jika sebelumnya program perbaikan jalan poros desa dan kabupaten ditargetkan selesai 2023 mendatang. Tetapi, karena adanya refokusing anggaran dampak dari Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), maka semua kegiatan dan program tersebut tertunda.

“Intinya perbaikan beberapa ruas jalan sudah ditargetkan 2023 selesai, tetapi karena dampak refokusing anggaran, maka terjadi kendala terutama masalah anggaran. Tetapi, Bapak Bupati terus berusaha mencari peluang-peluang program baik dari Provinsi maupun Pusat peganti refokusing anggaran,” tandasnya.

Sekedar diketahui, kerusakan jalan raya poros desa atau kabupaten, rata-rata jalan raya mirip sawah dan berlumpur seperti yang terjadi di Dusun Kolla, Kecamatan Kedungdung.[sar/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar