Politik Pemerintahan

Jagokan Gus Ipul dan Yahya Staquf

Surabaya (beritajatim.com) — Ada dua kandidat Ketua Umum PBNU yang dijagokan Dr KH Fahrur Rozi di muktamar NU mendatang. Keduanya adalah KH Yahya Cholil Staquf (Rembang) dan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) yang sekarang menjabat sebagai Wali Kota Pasuruan.

Dihubungi beritajatim.com, Rabu (15/9/2021) siang, Gus Fahrur, panggilan akrab Dr KH Fahrur Rozi, mengemukakan, NU Jatim mendorong pelaksanaan muktamar NU sebagai jadwal. “Pandemi Covid-19 jangan dijadikan alasan menunda-nunda muktamar,” katanya.

Muktamar NU akan menentukan langkah ormas Islam ini 5 tahun ke depan, termasuk dalam menentukan kepemimpinannya. Dalam pandangan Gus Fahrur, NU membutuhkan regenerasi, sehingga gerak dinamis NU terus terjaga. “Gus Yahya dan Gus Ipul adalah dua tokoh muda NU yang sudah layak memimpin ormas Islam ini,” tegasnya.

KH Yahya Cholil Staquf adalah anak kandung KH Cholil Bisri, mantan politikus PPP dan PKB yang juga pimpinan Pondok Roudhlatut Tholibin Kabupaten Rembang Jateng. Yahya Cholil Staquf pernah menjabat sebagai juru bicara Presiden Gus Dur. Alumni Universitas Gadjah Mada Yogyakarta ini juga kakak kandung dari Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.

Sedangkan Gus Ipul yang sekarang menjabat sebagai Wali Kota Pasuruan memiliki pertalian darah dengan pendiri Pondok Mambaul Ma’arif Denanyar Jombang. Gus Ipul pernah menjabat dua periode sebagai Ketua Umum PP GP Ansor dan dua periode sebagai Wakil Gubernur Jatim mendampingi Gubernur Soekarwo. Sebagai politikus dan aktivis kemasyarakatan, Gus Ipul juga pernah berkiprah sebentar di PDIP dan PKB. “Pengalaman dan jam terbang keduanya cukup memadai untuk memimpin NU. Sudah waktunya terjadi regenerasi di PBNU,” tandas Gus Fahrur.

Tentang mekanisme pemilihan ketua umum dan rais aam PBNU, menurut Gus Fahrur, berkembang dua pola di antara pengurus wilayah (provinsi) dari 22 provinsi yang baru bertemu. Wacana pertama, jabatan ketua umum dan rais aam PBNU dipilih dengan pola one man one vote. Wacana kedua, pemilihan kedua jabatan bergengsi tersebut dilaksanakan dengan pola AHWA. “Suara Jatim condong memilih pola AHWA,” tukasnya.

Kapan muktamar NU dihelat, Gus Fahrur, mengutarakan pengurus NU di Jatim, baik di tingkat PC maupun PW berharap agenda organisasi tersebut digelar pada bulan Nopember 2021 nanti. Seharusnya, katanya, hajatan ini dilaksanakan pada bulan Desember 2020. Karena pandemi Covid-19, perhelatan terbesar di lingkungan organisasi NU tersebut diundur pada Nopember 2021. “Kami sangat berharap jadwal muktamar ini jangan mundur lagi,” tegas Gus Fahrur. [air/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar