Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Jaga Toleransi di Surabaya, Wali Kota Eri Bentuk Organisasi Lintas Agama

Surabaya (beritajatim.com) – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan akan membentuk wadah untuk pemuda dari lintas agama untuk mencegah radikalisme dan menjaga toleransi di Kota Pahlawan.

Eri menyebut ketika paham radikalisme dan ekstrimisme masuk ke dalam organisasi atau setiap orang beragama, maka kedepan akan berdampak buruk bagi Surabaya.

Eri menyampaikan bahwa dia ingin wadah ini digerakkan oleh pemuda dari berbagai keyakinan di dalamnya. Mulai dari pemuda gereja, pemuda masjid, pemuda vihara, pemuda konghucu, pemuda pura dan sebagainya yang dibentuk untuk menjaga toleransi antar umat beragama di Kota Surabaya.

“Kalau pemuda ini dikumpulkan jadi satu untuk kepentingan negara dan kota, maka akan sangat luar biasa. Misal, nanti kalau ada dari agama A yang mengalami kesusahan, maka ada dari keyakinan B yang membantu, begitu seterusnya,” kata Eri di Surabaya, Selasa (24/5/2022).

Eri mencontohkan berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat, mulai dari adanya perbedaan pendapat, keyakinan, berbeda organisasi dan lain sebagainya. Oleh sebab itu, dia meminta para tokoh lintas agama di Kota Pahlawan untuk saling bersinergi satu sama lain.

“Kota Surabaya ini adalah kota yang penuh dengan toleransi, oleh karena itu kita harus memberikan rasa aman dan nyaman untuk seluruh agama, agar bisa beribadah dengan tenang di kota ini. Berarti hari ini harus disiapkan sejak dini, pemuda antar lintas agama,” kata Eri.

Setelah organisasi lintas agama terbentuk, kata Eri, diharapkan bisa berkelanjutan sampai ke depannya. Menurutnya, para pemuda lintas agama inilah yang mampu menjaga toleransi, perbedaan dan rasa tolong menolong antar umat beragama di Surabaya ke depannya sebagai calon penerus pemimpin di masa depan.

Tak hanya itu, ketika para pemuda lintas agama terkumpul, pihaknya akan dibuatkan Peraturan Wali Kota (Perwali) yang dijadikan pedoman dari terbentuknya organisasi tersebut.

“Harapan saya setelah pertemuan ini bisa dikumpulkan nama-nama pemudanya, dua atau tiga hari ke depan. Mungkin nanti bisa di data masing-masing mengumpulkan 10 – 15 pemuda yang terpilih ke kami, nanti kita bentuk nama wadahnya juga seperti apa,” sebutnya.

Selain jumlahnya masing-masing perwakilan, Eri juga ingin ada batasan dari setiap pemuda yang diwakilkan, yakni antara usia 17 – 25 tahun. Ia berharap, para pemuda yang diusulkan itu bisa menjadi pelopor perubahan baik dan menjaga toleransi antar umat di Surabaya. “Saya mohon doa restunya, insyaallah dengan kemampuan antar umat beragama ini bisa memberikan yang terbaik untuk Kota Surabaya,” tutupnya.[asg/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar