Politik Pemerintahan

Jadwal Penyaluran BPNT di Kecamatan Cerme Molor

Gresik (beritajatim.com)- Carut-marut penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) masih terjadi di Kabupaten Gresik. Bahkan, penyimpangan tersebut belum mendapat atensi dari pemerintah kabupaten atau pemkab. Padahal, sejumlah aturan dalam Permensos nomor 20 tahun 2019 maupun di pedoman umum jelas tidak dilaksanakan.

Sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (Tupoksi). Pemerintah daerah memiliki tugas melakukan pengawasan serta pelaksanaan hingga evaluasi. Tetapi sejauh ini, pengawasan yang dilakukan oleh pemda terkesan hanya laporan administrasi. Pasalnya, dari temuan di lapangan penyaluran BPNT banyak menyalahi aturan.

Kondisi tersebut, sebenarnya berbanding terbalik dengan keberadaan pegawai pemerintah daerah yang ikut terlibat dalam penyaluran BPNT. Mulai dari tingkat bawah ada sekretaris kecamatan (Sekcam) yang ditunjuk sebagai ketua tim koordinasi (Tikor) serta camat sebagai penasehat.

Kejadian di Kecamatan Cerme misalnya. Hampir dua minggu penyaluran BPNT di daerah tersebut belum tuntas. Malahan ada beras yang disalurkan bercampur kutu. Sesuai dengan jadwalnya, di Kecamatan Cerme penyaluran BPNT di pertengahan bulan. Tapi kenyataannya Selasa (28/7/2020) besok baru selesai.

Menanggapi hal ini, Camat Cerme Suyono mengaku penyaluran menunggu hasil evaluasi BPNT oleh Dinas Sosial Pemprov Jatim yang dilakukan minggu lalu. “Kami masih menunggu evaluasi dari Dinsos Provinsi Jatim,” tuturnya, Senin (27/7/2020).

Sementara, salah satu keluarga penerima manfaat (KPM) yang tak ingin disebut namanya, JM (58) asal Cerme, mengaku mendapat rapelan bulan sebelumnya. Saat menerima BPNT ibu dua anak ini menerima dua paket. Diantaranya beras dalam karung 15 kilo merek Rojo Lele, telur 10 butir atau 1/2 kilo, kentang 1/4 isi 6, sayur manisan 2 buah, jeruk 1kilo, dan kacang ijo 1/4 kilo.

Sewaktu dikeluarkan usai mengambil dari balai desa, komoditi yang diterima bukan beras premium melainkan beras bercampur kutu. Berasnya pecah-pecah padahal beras dalam karung tersebut tersegel. “Sebelumnya beras yang saya terima lebih putih. Mau gimana lagi lah wong dikasih. Tidak usah protes kuatirnya tidak diberi lagi,” ucap JM.

Seperti diketahui, hari ini beberapa desa di Kecamatan Cerme, mulai menyalurkan BPNT meski molor. Desa yang dimaksud antara lain Desa Banjarsari, Tambakberas, Ngabetan, Cerme Lor, Ngembung, Dungus dan Desa Sukoanyar. [dny/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar