Politik Pemerintahan

Jadi Titik Ke-13 Sertijab, Ini PR Gubernur Jawa Timur untuk Bupati dan Wakil Bupati Mojokerto

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dalam acara Sertijab Bupati dan Wakil Bupati Mojokerto di gedung DPRD Kabupaten Mojokerto.

Mojokerto (beritajatim.com) – Kabupaten Mojokerto menjadi titik ke-13 dalam Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kabupaten/Kota di Jawa Timur. Gubenur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa berpesan kepada Bupati dan Wakil Bupati Mojokerto mempercepat pelaksanaan program dan proyek strategis nasional.

“Ini adalah titik 13 dari proses sertijab yang kami lakukan sejak, Senin kemarin. Ada PR untuk Bupati dan Wakil Bupati, pertama adalah mempercepat pelaksanaan dari program dan proyek strategis nasional atas mandat Perpres 80 tahun 2019,” ungkap Gubenur, Jumat (5/3/2021).

Kedua yakni investasi Kabupaten Mojokerto cukup banyak yang berasal dari Penanaman Modal Asing (PMA). Oleh karena itu, pihaknya meminta agar Bupati dan Wakil Bupati Mojokerto melanjutkan koordinasi dengan tim Pengawasan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur.

“Tim PTSP Kabupaten Mojokerto harus lebih intensif sehingga industri pengolahan yang sudah cukup signifikan kontribusinya di Kabupaten Mojokerto ini tetap akan bisa didongkrak. Jadi industri pengolahan di Mojokerta ini sebagian besar itu permodalannya dari PMA,” katanya.

Sementara sektor tetap tumbuh positif di tengah pandemi Covid-19 adalah pertanian, perikanan dan kehutanan. Gubenur menambahkan, yang sudah tumbuh positif positif di saat pandemi Covid-19 agar menjadi perhatian khusus agar cepat take off sehingga industri pengolahan tumbuh positif, pertanian, kehutanan, perikanan juga tumbuh positif.

“Ini yang infrastruktur konstruksi ini yang ter kontraksi. Jadi apakah yang berkontraksi, apakah yaitu positif sama-sama harus di intervensi secara detail dari program-program yang akan diberikan dari visi misi beliau. Saya ingin ini bisa dikerucutkan di dalam musrenbang bulan Maret. Seluruh Jawa Timur kabupaten/kota akan segera melakukan musrenbang,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Mojokerto, Ikfina Fatmawati mengatakan, yang menjadi PR Gubernur Jawa Timur tersebut sudah masuk dalam visi misi yang akan dijabarkan dalam program-program. “Angka kematian ibu dan bayi, terkait penurunan angka kemiskinan, tingkat pengangguran terbuka, pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.

Masih kata Ikfina, pesan Gubernur yang perlu digarisbawahi harus segera breakdown terkait letak angka sehingga langkah yang diambil tepat. Menurutnya, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Bappeda dalam masa pemerintahannya akan melakukan sesuai potensi kemampuan yang dimiliki Kabupaten Mojokerto.

“Sehingga dalam 5 tahun mendatang, target peningkatan IPM, target penurunan kemiskinan, target penurunan angka pengangguran terbukanya, semua angka itu nanti akan kita buat sebagai target dan breakdown per tahunnya. Baru kemudian langkah apa yang akan kita lakukan sehingga bisa memenuhi target dan kalau bisa melebihi target itu,” tuturnya.

Instruksi Gubernur Jawa Timur, lanjut Bupati, adalah segera lakukan. Apa yang spesifik yang menjadi penyebab harus ditanggani secara spesifik pula, langsung pada pokok permasalahan. Pertanian dalam masa pandemi Covid-19 meski tidak berdampak tapi harus diperhatikan karena sumber ketahanan pangan Kabupaten Mojokerto. [tin/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar