Politik Pemerintahan

Pilbup Kediri 2020

Jadi Kuda Hitam, Eks Ketua KPU Kabupaten Kediri dapat Restu Ketua PCNU

Kediri (beritajatim.com) — Pemilihan Bupati Kediri 2020 masih kurang delapan bulan lagi, namun saat ini sudah bermunculan tokoh – tokoh yang dianggap pantas untuk menduduki tahta di Bumi Panji. Para tokoh yang mumpuni tersebut berasal dari berbagai kalangan. Mereka ada yang dari birokrasi, pengusaha hingga berbagai profesi.

Namun ada satu tokoh akademisi yang kurang diperhitungkan. Ialah Sapta Andaruisworo. Mantan Ketua KPU Kabupaten Kediri itu turut serta dalam proses penjaringan bersama sejumlah kandidat di PDI Perjuangan. Akan tetapi, belakangan ini namanya meredup.

“Saya mengalami musibah. Harus menunggu istri yang sedang sakit di rumah sakit, sampai akhirnya meninggal dunia. Selama itu pula, saya vakum dan seolah memang tidak ada kegiatan seperti kandidat lainnya,” aku dosen Program Studi Peternakan Universitas Nusantara PGRI Kediri itu, Jumat (24/1/2020).

Nama Sapta memang sempat lenyap dari perbincangan konstalasi politik di Kediri. Seolah ia menjadi bakal calon ‘Kuda Hitam’ atau kandidat calon yang tidak diperhitungkan. Bagaimana tidak, disaat tokoh-tokoh lain tebar pesona, bapak dua orang anak tersebut justru ‘menghilang’.

Dalam situasi yang kurang menguntungkan tersebut, ternyata Sapta melakukan komunikasi dengan berbagai kalangan termasuk tokoh agama. Pria kini tengah merampung Disertai S3 Ilmu Agribisnis Peternakan Universitas Brawijaya Malang tersebut kabarnya mendapatkan dukungan dan support dari Gus Ma’mun Machfudz, Ketua Tanfidziah PCNU Kabupaten Kediri.

Meskipun secara kelembagaan PCNU belum mengeluarkan bentuk dukungan secara resmi kepada Bakal Calon tertentu, akan tetapi dukungan personal dan restu dari Gus Ma’mun Machfudz tentunya sangat penting baginya dalam upaya memperoleh rekomendasi dari PDI Perjuangan. “Ya mas, beliau orang baik dan mumpuni,” tulis Gus Ma’mun melalui pesan whatsapp saat ditanya restunya secara personal ke Sapta.

Lahir di Kelurahan Bandar Kidul, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Sapta dibesarkan dari keluarga besar NU. Pria yang kini tinggal di Perumahan Sukorejo, Katang, Kabupaten Kediri ini merasa terpanggil diri untuk membangun Kabupaten Kediri lebih baik.

Selain itu, Sapta mengaku, mendapat dorongan dari berbagai lapisan masyarakat, khususnya dari bekas penyelenggara pemilihan di eranya menjabat sebagai Ketua KPU Kabupaten Kediri dua pereode. Pengalaman selama 10 tahun menahkodai lembaga penyelenggara pemilihan itu menurutnya cukup untuk mengantarkan niatnya tersebut.

“Saya melihat fenomena yang ada saat ini dan untuk kemajuan Kabupaten Kediri. Yang akan saya perhatikan tentang perekonomian, pendidikan, infrastruktur dan masuknya investor,” janjinya.

Sebagaimana diketahui, kontestasi Pemilihan Bupati Kediri tahun 2020 merupakan Pilkada yang akan di gelar serentak se-Indonesia. Pemilihan tersebut direncanakan akan dilaksanakan, pada 23 September di 270 Daerah dengan rincian 9 Provinsi, 224 Kabupaten dan 37 Kota. Termasuk pula di Kabupaten Kediri Jawa Timur.

Calon Kepala Daerah dengan status Petahana ataupun yang ditunjuk untuk menjadi calon dari kubu Petahana sudah barang tentu akan bersaing kembali dengan calon pemimpin lainnya untuk memperebutkan sebuah ‘Tahta Kekuasaan’ untuk membawa kemajuan Kabupaten Kediri.

Hal tersebut diyakini akan menimbulkan adanya politik pencitraan hingga serangkaian serangan hoax pada Petahana atau calon kandidat lainnya, sehingga terindikasi adanya kemunculan hoax trend yang mulai menggaung kembali dalam kontestasi Pemilihan, pada tahun 2020.

Tugas kita bersama dalam kontestasi Pemilihan 2020 khususnya di Kabupaten Kediri untuk menciptakan persaingan atau kompetisi yang sehat dengan mengedepankan politik yang santun dan beretika sesuai dengan tatanan dan aturan yang berlaku. [nm/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar