Politik Pemerintahan

Izin Pompa Air Nihil, Pemkab Malang Warning PDAM Kota Malang

Malang (beritajatim.com) – Puluhan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Malang, Senin (8/7/2019) mendatangi bangunan pompa air milik PDAM Pemkot Malang yang diduga, tidak mengantongi izin.

Bangunan pompa air di area sumber mata air Wendit, Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, yang dikelola Kota Malang itu, ditengarai belum memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan Izin Hinder Ordonantie (HO) atau Izin Tempat Usaha.

Karena tidak memiliki IMB dan HO, hal itu telah melanggar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2018 tentang IMB, yang terkandung pada pasal 13 ayat 1 dan Perda nomor 12 Tahun 2017 tentang Izin Gangguan terutama yang terkandung dalam pasal 3 ayat 1.

“Atas pelanggaran dua Perda tersebut, maka Pemkab Malang melakukan tindakan tegas dengan melakukan pemasangan papan peringatan di gedung pompa air milik PDAM Kota Malang, agar mereka mematuhi aturan,” ungkap Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang Didik Budi Muljono, Senin (8/7/2019) kepada wartawan.

Menurutnya, pemasangan papan peringatan yang kita lakukan sudah sesuai dengan prosedur. Sebab sebelumnya, pihak PDAM Kota Malang juga sudah menanyakan surat IMB dan HO. “Kita sudah melakukan teguran, namun teguran yang kita sampaikan tidak mendapatkan itikad baik dari Pemkot Malang. Sehingga dengan batas waktu sesuai aturan yang berlaku, apabila masih tidak bisa menunjukkan surat IMB dan HO, maka pada hari Senin pagi ini, kita lakukan pemasangan papan peringatan,” ujar Didik.

Didik menegaskan, pemasangan papan peringatan di gedung pompa air milik PDAM Kota Malang tersebut, dilakukan petugas Satpol PP yang langsung dipimpin oleh Kepala Bidang Penegakan Perundang-Undangan Daerah (P2D) Satpol PP Kabupaten Malang. Sehingga dengan sudah kita pasang papan peringatan itu, tentunya sebagai teguran pada PDAM Kota Malang agar segera melengkapi surat IMB dan HO.

“Meski nantinya pihak PDAM Kota Malang mengajukan perizinan, namun masih perlu adanya syarat-syarat yang lainnya yang belum ditindaklanjuti. Dan jika belum juga melakukan pengurusan perizinan, pihaknya belum bisa memastikan akan dilakukan penyegelan gedung, tunggu kondisi dilapangan,” jelas Didik.

Terpisah, Direktur Utama (Dirut) PDAM Kota Malang Nor Muchlas menjelaskan, pihaknya saat ini sudah melakukan proses kepengurusan IMB dan HO. Dan pihaknya sudah melengkapi seluruh berkas persyaratan guna mengurus izin tersebut, hingga mengumpulkan tandatangan warga di sekitar gedung pompa air yang dimiliki. “Itu kami lakukan karena sebagai syarat untuk mengajukan IMB dan HO,” beber Muchlas.

Ia menambahkan, pihaknya sudah mengajukan IMB dan HO tidak segera diproses, maka pihaknya tidak bisa berbuat banyak. Karena pada dasarnya semua kepengurusan itu waktunya telah ditentukan oleh Perda setempat. Tapi dirinya tidak berprasangka buruk terhadap persoalan ini. “Yang jelas apa yang diminta Pemkab Malang sudah kita lakukan untuk mendapatkan IMB dan HO,” pungkasnya. [yog/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar