Politik Pemerintahan

Isu Kudeta AHY Diyakini sebagai Ujian dan Bikin Kader Solid

Ketua DPC Partai Demokrat Pamekasan, Hermanto (kiri) saat menyambut AHY di Gedung Islamic Centre Pamekasan, beberapa waktu lalu.

Pamekasan (beritajatim.com) – Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Pamekasan, Hermanto meyakini isu kudeta terhadap Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai bagian ujian dan justru dapat menjadikan para kader semakin solid.

“Kami sangat meyakini isu (kudeta AHY) ini sebagai cobaan dan menandakan Partai Demokrat akan bertambah besar. Sebab Demokrat tidak mungkin kocar-kacir, karena 514 DPC (se-Indonesia) masih solid, kami bersama AHY,” kata Hermanto, Jumat (5/2/2021).

Tidak hanya itu, pihaknya juga menilai isu kudeta AHY tidak berefek apapun ke daerah. Bahkan seluruh DPC Partai Demokrat se-Indonesia juga masih solid dan satu komando bersama AHY. “Jadi meski ada berita yang menyebut AHY akan dikudeta sebagai Ketum Demokrat, kami tidak langsung percaya begitu saja,” ungkapnya.

“Justru kami meyakini jika orang-orang yang diduga menjadi aktor dari polemik ini hanya sekedar cari panggung untuk meningkatkan elektabilitas sebagai seorang politisi. Namun yang pasti, kami tetap bersama AHY,” tegas politisi yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Pamekasan ini.

Selain itu pihaknya juga menegaskan parpol berlogo bintang marcy yang ini bakal bertambah besar. “Jadi kami nilai hal ini hanya cobaan bagi seluruh kader Demokrat di Indonesia,” tegasnya.

“Kami juga sempat diajak untuk melakukan aksi serupa menggulingkan AHY dari jabatan ketua umum, tapi hal itu langsung kami tolak. Kami juga sangat meyakini bahwa tidak akan ada (Partai) Demokrat tandingan yang sama-sama legal, Demokrat tidak mungkin kocar-kacir, karena 514 DPC masih solid dan kami bersama AHY,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Ketum Partai Demokrat AHY memberikan pernyataan politik terkait dengan adanya upaya penggulingan yang disampaikan menanggapi desakan Kongres Luar Biasa dari sejumlah kader di daerah, beberapa waktu lalu.

Adanya gerakan politik yang mengarah pada upaya pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat secara paksa, dinilai dapat mengancam kedaulatan dan eksistensi Partai Demokrat. Bahkan berdasar kesaksian dan testimoni banyak pihak.

Gerakan tersebut juga disinyalir melibatkan pejabat penting pemerintahan, yang secara fungsional berada di dalam lingkar kekuasaan terdekat dengan Presiden Joko Widodo. Termasuk gerakan yang disinyalir mendapat dukungan dari sejumlah menteri dan pejabat penting di pemerintahan. [pin/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar