Politik Pemerintahan

Ipong : Video Widodo 3,5 Tahun Keluar Rumah Loncat Pagar Adalah Bohong

Ipong mendamaikan Mistun dan Widodo(foto/Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Terkait video keluarga Widodo yang melompat pagar untuk menuju ke rumahnya, dan viral dalam seminggu ini, Bupati Ipong menanggapi bahwa yang terjadi di dalam video tersebut tidak seluruhnya benar.

Dalam video tersebut, seolah-olah Widodo selama 3,5 tahun terisolir karena adanya pagar yang menutup akses jalan ke rumahnya tersebut. Dan kalau keluar rumah harus meloncati pagar tersebut. Padahal, faktanya tidak seperti itu, untuk keluar rumah, Widodo biasanya lewat gang kecil diantara rumah kedua kakaknya yang berada di samping kiri rumah Widodo tersebut. “Jadi saya tegaskan bahwa video yang selama 3,5 tahun terakhir, Widodo loncat pagar itu bohong, itu setingan,” kata Ipong.

Ipong menceritakan akar permasalahan yang terjadi, Mistun yang mempunyai hak tanah atas jalan itu, sekitar 3,5 tahun lalu membangun pagar yang menutupi akses jalan keluar masuk rumah Widodo. Pembangunan pagar dilakukan, sebab Widodo mengklaim bahwa keluarganya berhak atas jalan menuju rumahnya tersebut. Dasarnya, pembagian warisan pada 1996 lalu. “Padahal seharusnya yang mengasih jalan adalah dua saudaranya Widodo yang rumahnya disamping Widodo tersebut,” katanya.

Selain itu, alasan Mistun membangun pagar itu karena, ayam peliharaan Widodo atau dua saudara sering ke tanah milik Mistun, dan mengakibatkan kotoran ada disana-sini. Untuk itu, dalam kesempatan tersebut, Ipong juga menasehati Widodo untuk mengevaluasi pergaulannya dengan tetangganya. Supaya masalah seperti ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan. “Semoga setelah pagar ini dibongkar, warga kembali guyub rukun terutama antara Mistun dan Widodo,” katanya.

Ipong juga memerintahkan camat dan lurah untuk menelusuri status tanah Mistun, Widodo, dan jalan antar rumah tersebut. Dengan bukti-bukti yang disodorkan, tanah itu milik Bu Mistun, walaupun belakangan PN memutuskan menjadi jalan umum, tapi bukan jalan desa.

“Kalaupun tadi Bu Mistun kukuh tidak boleh dibongkar ya tidak apa-apa, karena yang berhak membongkar harusnya juru sita pengadilan bukan pihak desa. Namun, dengan kebesaran hati Bu Mistun, mau membongkar sendiri dibantu warga yang simpati padanya,” pungkasnya. (end/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar