Politik Pemerintahan

Ipong Satu-satunya Kepala Daerah di Jatim Peraih Penghargaan Dwija Praja Nugraha

Menteri Pendidikan Nadiem Makarim memberikan penghargaan Dwija Praja Nugraha kepada Bupati Ipong Muchlissoni.(foto : Pemkab Ponorogo)

Ponorogo (beritajatim.com) – Di era pemerintahan bupati Ipong Muchlissoni, Pemkab Ponorogo berkomitmen penuh untuk memajukan pendidikan di bumi reyog. Yakni dengan mengalokasian anggaran untuk sektor pendidikan sebesar 20 persen dari APBD.

Kemudian dalam hal kesejahteraan tenaga pendidik Pemkab juga memberikan insentif untuk para guru madrasah diniyah (madin), PAUD, dan tidak lupa insentif untuk guru swasta, GTT dan PTT di Ponorogo.

Selain itu yang tidak kalah menarik, Bupati Ipong juga memberi kemudahan untuk menerbitkan surat tugas untuk para guru GTT dan PTT. Dengan surat tugas itu, para pahlawan pendidikan yang berstatus GTT dan PTT itu akan lebih mudah mengurus Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK). Dimana itu sebagai syarat untuk mendapatkan sertifikasi, yang tujuannya membuat penghasilan para guru akan meningkat.

Atas komitmen yang teguh memajukan kualitas pendidikan dan mengupayakan peningkatan kesejahteraan guru tersebut, Bupati Ipong Muchlissoni mendapatkan penghargaan Dwija Praja Nugraha dari Pengurus Besar PGRI. Penghargaan ini langsung diberikan oleh Menteri Pendidikan Nadiem Makarim kepada Bupati Ipong Muchlissoni pada hari Sabtu (30/11/2019) di Stadion Wibawa Mukti Cikarang Kabupaten Bekasi Jawa Barat.

Dihadapan sedikitnya 50 ribu perwakilan guru se Indonesia, Bupati Ipong Muchlissoni merupakan satu-satunya Kepala Daerah di Jawa Timur yang mendapatkan anugerah tertinggi dibidang pendidikan tersebut. Diberikan dalam acara HUT ke-74 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) serta puncak peringatan Hari Guru Nasional (HGN) tahun 2019. “Penghargaan ini merupakan buah dari kerja bersama seluruh komponen masyarakat, stakeholder terkait dan insan pendidikan di Ponorogo,” kata Ipong.

Ipong mengungkapkan dirinya bangga dan senang, serta tidak menduga sebelumnya, bahwa kebijakanya selama ini bakal diapresiasi oleh PGRI. Lencana Dwija Praja Nugraha ini, kata Ipong adalah anugerah dari Bapak Ibu Guru di Ponorogo. “Saya berterimakasih kepada semua pihak, penghargaan ini nantinya akan kembali ke Bapak Ibu Guru sebagai semangat dan motivasi untuk membangun pendidikan di Ponorogo yang lebih baik,”pungkasnya. (end/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar