Politik Pemerintahan

Milad Muhammadiyah ke-108

Ipong: Kontribusi Muhammadiyah untuk Negara ini Sangat Luar Biasa

Ponorogo (beritajatim.com) РTepat tanggal 18 November ini,  Muhammadiyah genap berusia 108 tahun. Tentu, dengan bertahan hingga lebih satu abad ini membuktikan bahwa Muhammadiyah menjadi salah satu ormas keagamaan terbesar di negeri ini.

Bahkan kontribusinya sudah tidak perlu diragukan lagi untuk Indonesia. Calon bupati (Cabup) Ipong Muchlissoni mengapresiasi setinggi-tingginya sumbangsih Muhammadiyah untuk memajukan masyarakat Indonesia. Diusianya saat ini mencapai 108 tahun, Muhammadiyah mampu mewujudkan refleksi sikap pendiri terdahulu sebagai organisasi keagamaan di Indonesia yang berkemajuan dan modern.

“Saya Ipong Muchlissoni, sebagai bupati Ponorogo yang saat ini sedang cuti, mengucapakan selamat Milad Muhammadiyah yang ke-108 tahun,” kata Ipong, Rabu (18/11/2020).

Muhammadiyah, menurut Ipong selau konsisten berkidmat untuk membantu masyarakat, negara atau pemerintah dalam mengayomi dan mengurangi beban penderitaan rakyat. Sejak Indonesia belum merdeka hingga kini mengisi kemerdekaan, Muhammadiyah tidak lelah untuk membantu Pemerintah menyelesaikan masalah di masyarakat. Terutama di bidang pendidikan, kesehatan dan sosial.

“Menjabat bupati dalam 5 tahun ini, saya merasakan Muhammadiyah di Ponorogo sungguh luar biasa,” katanya.

Di bidang pendidikan, Muhammadiyah hadir di lingkup desa, kecamatan hingga tingkat kabupaten. Lembaga pendidikannya juga komplit, mulai dari PAUD, TK, SD, SMP/MTs, SMA/MA, SMK bahkan ada Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO).

Bukan hanya di wilayah Mataraman, UMPU menjadi salah satu perguruan tinggi terbesar di Indonesia. Di kesehatan, Muhammadiyah Ponorogo memiliki 2 rumah sakit hebat, yakni RSU Muhammadiyah dan RSU Aisyiyah. Selain itu masih ada klinik pengobatan maupun klinik bersalin. Selain panti asuhan untuk yatim piatu, di Ponorogo juga ada panti asuhan khusus tuna netra.

“Muhammadiyah sungguh membantu Pemerintah untuk menyelesaikan masalah, terutama¬† di bidang pendidikan, kesehatan dan sosial,” katanya.

Pemkab Ponorogo dibawah kepemimpinannya, Ipong mengungkapkan pihaknya mampu membangun sinergitas yang luar biasa dengan Muhammadiyah. Ke depan jika dirinya terpilih lagi menjadi Bupati Ponorogo, akan lebih meningkatkan lagi sinergitas Pemkab dengan Muhammadiyah.

Sebab Ipong mengakui jika pihaknya butuh organisasi seperti Muhammadiyah ini. Maka dari itu, apa yang bisa dilakukan Pemkab Ponorogo untuk Muhammadiyah maupun Aisyiyah akan dilakukan pihaknya.

“Kami contohkan, di Aisyiyah kan ada relawan TB. Nah, nanti relawan ini akan kami beri insentif¬† dan kendaraan operasional dalam melaksanakan tugasnya mengecek masyarakat terkena TB atau tidaknya,” pungkasnya. (end/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar