Politik Pemerintahan

Ipong Instruksikan Perlakuan Khusus Bagi Santri yang Pulang dari Ponpes Temboro Magetan

Bupati Ipong Muchlissoni. (Foto/Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Bupati Ipong Muchlissoni mengintruksikan kepada para camat dan kepala desa se Ponorogo untuk memberikan pengetatan terhadap santri-santri yang pulang dari pondok pesantren (ponpes). Terutama santri yang pulang dari Ponpes Temboro Magetan. Intruksi itu lantaran ada kabar dari negara Malaysia, bahwa ada 43 warga negeri jiran positif Covid-19 usai pulang dari Ponpes Temboro tersebut.

“Jadi pada Minggu (19/4/2020) kemarin, menteri kesehatan Malaysia mengumumkan kluster baru, orang-orang yang terjangkit Covid-19 yang baru pulang dari Ponpes di Temboro, Magetan,” kata Ipong, Senin (20/4/2020).

Pengetatan ini penting dilakukan, dan jika nanti sudah ada yang masuk dari Ponpes tersebut, dilakukan perlakuan berbeda dengan pemudik pada umumnya. Sebab jika 43 orang masuk Malaysia itu saja semua positif, besar kemungkinan di Temboro itu sudah menjadi tranmisi lokal terhadap perkembangbiakan virus corona.

“Rapid test tergantung santri yang datang, sebab jumlah alat rapidnya terbatas. Sehingga yang dirapid test bagi santri yang menunjukkan gejala-gejala,” katanya.

Saat ini Pemkab Ponorogo, kata Ipong lagi berkampanye menghimbau kepada masyarakat agar tidak memandang orang yang terkena virus corona dengan stigma negatif. Sebab virus corona bukan sebuah aib, selain itu virus ini juga tidak bisa terbang ke rumah tetangga. Jadi boleh berhati-hati tetapi juga tidak boleh berlebihan dalam menyikapinya.

“Kampanye ini terbukti berhasil, sebab pasien positif Covid-19 yang sudah sembuh kemarin juga ada tetangga yang membesuknya. Namun cara membesuknya juga dengan cara protokol kesehatan yang diterapkan pada virus corona,” pungkasnya. [end/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar