Politik Pemerintahan

Ipong Instruksikan Pemdes untuk Pengadaan Masker Bagi Warganya

Pemberian masker gratis dari karang taruna Pramana Raga kepada warga beberapa waktu yang lalu.(foto/Istimewa)

Ponorogo (beritajatim.com) – Guna memutus rantai persebaran virus corona yang sudah masuk Ponorogo, Bupati Ipong Muchlissoni menginstruksikan pemerintah desa (pemdes) se Ponorogo untuk menyediakan anggaran untuk pembelian masker.

Selain pola hidup sehat dengan sering bercuci tangan, penggunaan masker dirasa sangat penting untuk mencegah penularan virus yang berasal dari Kota Wuhan, China tersebut. Maka dari itu, pengadaan masker oleh Pemdes, kata Ipong untuk dibagikan kepada warganya.

“Dengan begitu, semua warga Ponorogo memakai masker untuk pencegahan Covid-19,” kata Ipong, Selasa (7/4/2020).

Ipong menginginkan pemdes bisa membagikan 2 masker untuk setiap warganya. Selain itu, Dia ingin masker tersebut yang terbuat dari kain. Sehingga kalau sudah digunakan sehari, masker itu bisa dicuci dan digunakan lagi. Selain itu Ipong juga memerintahkan pemdes untuk menyiapkan minimal 5 ruang isolasi umum.

Untuk antisipasi lonjakan warga di perantauan yang mudik ke bumi reyog menjelang lebaran. Pemdes, kata Ipong bisa memanfaatkan balai desa, rumah-rumah kosong atau gedung SMP maupun SD untuk tempat isolasi.

“Jadi kalau itu dilakukan, di Ponorogo ini akan ada sedikitnya 1500 ruang isolasi umum,” katanya.

Sementara itu ketua satgas pencegahan virus corona Pemkab Ponorogo Agus Pramono mengungkapkan, terkait penolakan warga di sekitar gedung SD yang akan digunakan tempat isolasi, Agus menyebut jika penggunaan bangunan SD untuk ruang isolasi itu merupakan opsi terakhir. Pemdes disarankan untuk menggunakan balai desa maupun mamanfaatkan rumah kosong sebagai ruang isolasi umum. Selain itu pihaknya juga akan mengedukasi masyarakat sekitar SD yang digunakan sebagai ruang isolasi umum. Bahwa masyarakat yang diisolasi ini merupakan masyarakat yang tidak sakit. Mereka orang sehat yang dari zona merah Covid-19, dimana prosedurnya harus menjalankan isolasi selama 14 hari.

“Jadi dengan adanya edukasi ini, diharapkan masyarakat bisa mengerti, dan tidak ada lagi penolakan-penolakan dari warga sekitar SD yang akan digunakan untuk tempat isolasi,” katanya.(end/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar