Politik Pemerintahan

Inspiratif, Posko Relawan Cak Machfud Siapkan Bantuan untuk Masyarakat

Surabaya (beritajatim.com) – Relawan Machfud Arifin Arek Suroboyo (REMAAS) membuat gagasan yang menginspirasi. Remaas bukan hanya menjadikan posko sebagai tempat sosialisasi tapi juga untuk menangani warga terdampak Covid-19

Mereka juga menyiapkan Kartu Pelayanan Masyarakat (KPM) untuk masyarakat yang terdampak masalah kesehatan dan ekonomi. Jadi masyarakat yang belum tersentuh bantuan bisa mendapatkan dari relawan Machfud Arifin ini.

“KPM fungsinya untuk membantu warga dari aspek kesehatan, perekonomian dan sosial,” kata Pembina Remaas, drg David usai acara peresmian Pusat Posko Remaas dan Jogo Suroboyo di pertokoan Villa Bukit Mas, Surabaya.

Lebih lanjut, David menjelaskan, REMAAS tergerak karena banyaknya warga yang terdampak Covid-19 dan tak mampu berobat ke rumah sakit. Sehingga menurutnya, mereka yang sakit mendapatkan penanganan dengan baik.

“Bagi warga tidak mampu dan tidak ter-cover, kita mengupayakan agar dia berobat di rumah sakit tanpa biaya. Relawan dari Remaas melakukan pendampingan bagi pemegang KPM,” tambahnya.

Kemudian dalam aspek perekonomian dan sosial, David juga menerangkan jika di kampung tersebut ada pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM), para relawan Remaas maupun dari Machfud Arifin Center (MAC) akan membantu memasarkan produk-produk UKM atau UMKM.

“Sedangkan aspek sosial misalnya, ada sembako murah dari MAC atau Remaas di setiap posko-posko, maka yang berhak membeli adalah pemegang KPM dengan harga di bawah pasaran,” sambungnya.

Di sisi lain, David pun menjelaskan mengenai syarat mudah untuk memiliki KPM tersebut, yakni warga ber-KTP Surabaya dan masyarakat yang benar-benar tidak mampu.

“KTP yang sudah terkumpul sampai hari ini sudah mencapai 396 ribu. Yang sudah terverifikasi 3.200 dan langsung kita cetakkan KPM,” jelas David.

“Kenapa kita verifikasi, untuk mengetahui benar tidak sebagai warga Surabaya. Untuk mengetahui, benar-benar menginginkan dan mendukung Pak Machfud Arifin sebagai Wali Kota Surabaya atau tidak. Kita tidak ingin, mereka menyerahkan KTP tapi tidak tulus mendukung Pak Machfud Arifin,” lanjutnya.

Kemudian, dokter gigi ini juga menambahkan, bahwa dengan hadirnya KPM dirasa amat bermanfaat bagi warga yang membutuhkan. Terlebih dalam situasi yang tidak memungkinkan karena Pandemi Covid-19.

“Di tengah Pandemi Covid-19 ini banyak warga yang membutuhkan bantuan, tapi banyak juga yang belum terlayani. Dengan adanya KPM ini dapat membantu dan meringankan beban masyarakat,” imbuh David.

Terakhir, David pun menegaskan, bahwa nantinya KPM akan tetap berlaku, apalagi saat Machfud Arifin terpilih sebagai Wali Kota Surabaya.

“Ketika Pak Machfud Arifin menjadi Wali Kota Surabaya, fungsi KPM nantinya akan lebih maksimal. Karena sebagai wali kota, dapat berkomunikasi dan bersinergi dengan pihak terkait dengan stakeholder lainnya, agar masyarakat Surabaya benar-benar terbantukan. Masyarakat Surabaya makmur dan Surabaya benar-benar menjadi kota yang lebih maju lagi,” tutupnya. [hen/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar