Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Inspektorat Pemkab Gresik, Belum Terima Laporan Dugaan Pungli Pembelian Atribut Kades

Gresik (beritajatim.com) – Inspektorat Pemkab Gresik sampai saat ini belum menerima laporan terkait dugaan pungutan liar (Pungli) pembelian atribut kepala desa yang dikordinir oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) saat pelantikan secara serentak pada 20 April 2022 lalu.

Kepala Inspektorat Pemkab Gresik, Edy Hadisiswoyo mengatakan, sampai sekarang pihaknya belum menerima laporan serta klarifikasi terkait pembelian atribut pelantikan kades oleh DPMD. “Kami belum menerima laporan maupun klarifikasi terkait dengan adanya soal pungutan yang dikordinir DPMD saat pelantikan kades serentak satu bulan lalu,” katanya, Rabu (18/05/2022).

Mantan Kabag Hukum itu menambahkan, kendati belum ada laporan. Pihaknya segera menindaklanjuti bila ada laporan yang masuk. Pasalnya, institusi yang dipimpinnya memang memiliki kewenangan mengawasi bila ada organisasi perangkat daerah (OPD) menyalahi aturan.

Sebelumnya, Komisi I DPRD Gresik melakukan rapat hearing dengan DPMD. Rapat tertutup ini dilakukan untuk mendengar langsung dari perwakilan kades yang diundang. Kades tersebut diantaranya Kades Banyuwangi, Kecamatan Manyar, Kades Padeg, Kecamatan Cerme, dan Kades Sumari, Kecamatan Duduksampeyan.

Hasil pertemuan ini memang ada kesepakatan saat ada tawaran pembelian atribut kades yang dikordinir DPMD Gresik. Satu orang yang ikut pelantikan ditarik Rp 900 ribu. Total ada 42 juta lebih dari 47 kades yang dilantik serentak. “Dasarnya apa biar seragam. Padahal DPMD tidak diperkenankan mengkordinir pembelian atribut senilai Rp 900 ribu,” kata Ketua Komisi I M.Zaifuddin.

Atas tindakan itu lanjut dia, dirinya bersama anggota Komisi I DPRD Gresik merekomendasikan agar perkara ini ditindaklanjuti oleh Inspektorat. Pasalnya, lembaga ini yang nantinya berwenang melakukan fungsi pengawasan terhadap DPMD Gresik. “Kami merekomendasikan ke bupati lalu ke Inspektorat Pemkab Gresik agar segera ditindaklanjuti. Sebab, DPMD melakukan pungutan,” tandas Zaifuddin. [dny/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar