Politik Pemerintahan

Inovasi Layanan Publik ‘Rawon Bu Gimal’ Dikenalkan Kecamatan Gedeg

Mojokerto (beritajatim.com) – Rawon Bu Gimal (Pelayanan Rabu Kliwon Malam dan Rabu Legi Malam), menjadi salah satu inovasi pelayanan publik Kecamatan Gedeg saat ini. Inovasi ini dikenalkan dan dijelaskan dalam acara silaturahmi dan rembug desa sekaligus peresmian kantor baru Kecamatan Gedeg, Rabu (20/2/2019).

Peresmian ditandai pengguntingan pita dan penandatanganan prasasti oleh Wakil Bupati Mojokerto Pungkasiadi, didampingi Wakil Ketua TP PKK Yayuk Pungkasiadi, Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Herry Suwito, Asisten, Staf Ahli serta kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Perlu kami sampaikan bahwa Kecamatan Gedeg kini mempunyai inovasi Rawon Bu Gimal pada pukul 16.00-19.00 WIB. Inovasi pelayanan ini ditujukan bagi warga masyarakat yang tidak bisa mengurus pelayanan pada jam kerja reguler karena bekerja atau terhalang kesibukan lain,” ungkap Camat Gedeg, Tjatoer Edy Novianto.

Pelayanan yang disediakan pun beragam, mulai akta kelahiran, pindah datang dan keluar, dispensasi nikah, legalisasi Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP), persyaratan akademik, rekom izin keramaian, rekom penggunaan jalan daerah, evaluasi rancangan peraturan APBDesa, surat Jampersal, PBB maupun IMB.

“Respon positif disampaikan kepada Pemkab Mojokerto atas kegiatan rembuk desa, karena melalui kegiatan ini mampu membangkitkan semangat warga masyarakat untuk ikut membangun desa dengan gotong royong. Ajang ini diharapkan menjadi wadah serap aspirasi masyarakat untuk semangat membangun desa ke arah lebih baik salah satunya dengan terus berinovasi,” katanya.

Sementara itu, Wakil Bupati Mojokerto, Pungkasiadi mengatakan, program Bantuan Keuangan Desa (BK Desa) Pemkab Mojokerto yang bakal diteruskan kembali di tahun 2019 didua desa di Kecamatan Gedeg. Yakni di Desa Balongsari dan Desa Gedeg. BK Desa tahun 2018 diberikan ke Desa Gempolkrep, Bandung dan Gembongan.

“Tahun 2019 ini, kita teruskan lagi untuk Desa Balongsari, Beratwetan dan Gedeg. BK Desa kita maksudkan untuk percepatan pembangunan perdesaan, dalam rangka menyeimbangkan pertumbuhan perekonomian. Desa dengan dibantu partisipasi masyarakat, diharapkan juga bisa berinovasi guna meningkatkan kesejahteraan melalui BUMDes,” ujarnya.

Secara lengkap, beberapa daftar kegiatan lain di Kecamatan Gedeg tahun 2019 yang telah diplot juga dijelaskan oleh orang nomor dua di Kabupaten Mojokerto ini. Antara lain kegiatan BK Desa untuk jalan usaha tani (Desa Balongsari), jalan lingkungan (Desa Gedeg dan Beratwetan) dan kantor desa Gempolkrep.

Ditetapkan pula kegiatan rehab gedung SDN Gedeg, perbaikan Puskesmas Lespadangan (pembangunanruang BKIA), peningkatan jalan Gembongan-Jerukseger tahap I dan peningkatan jalan Gedeg-Pagerejo tahap II (konstruksi rigid beton Fs. 40).

Pembangunan kantor Kecamatan Gedeg tahap III (gapura, pagar Majapahit, papan nama kecamatan dan halaman), renovasi rumah potong hewan Gedeg (rehab kandang penampungan dan gang way), juga pembangunan serta pengembangan pasar Lespadangan (perbaikan los). [tin/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar