Politik Pemerintahan

Inovasi DPMD Jatim ‘Jalin Matra PFK’ Bersaing Raih Prestasi Dunia

Surabaya (beritajatim.com) – Untuk kesekian kalinya Jawa Timur kembali mengukir prestasi melalui inovasi program pelayanan publik.

Tahun ini, empat program inovasinya dikirim Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) untuk mewakili Indonesia dalam kompetisi pelayanan publik tingkat internasional atau United Nations of Public Service Awards (UNPSA) 2019 yang digelar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Baku, Azerbaijan.

Menteri PAN-RB, Syafruddin memberikan penghargaan kepada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa atas prestasi tersebut pada Kamis (18/7/2019) malam di Hotel Gumaya Tower Semarang, Jawa Tengah.

Satu dari empat program inovasi tersebut adalah Program Jalan Lain Menuju Mandiri dan Sejahtera (Jalin Matra) Penanggulangan Feminisasi Kemiskinan (PFK) yang dioperatori oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Jawa Timur.

“Tahun ini Jalin Matra PFK diikutkan dalam kategori program yang memberikan layanan inklusif dan adil tanpa terkecuali,” kata Kepala DPMD Provinsi Jatim, Mochamad Yasin, Jumat (19/7/2019).

Bertarung di kompetisi tingkat dunia bukan yang pertama kalinya bagi Program Jalin Matra PFK, tahun lalu program ini juga dikirim untuk mengikuti kompetisi yang sama. Bahkan pada UNPSA 2018 di Kota Marakesh, Maroko, Program Jalin Matra PFK masuk salah satu finalis dalam kategori menyediakan atau mempromosikan Pelayanan Publik yang Responsif Gender untuk Mencapai Sasaran Sustainable Development Goals.

“Sementara di level dalam negeri, Program Jalin Matra PFK pada 2016, berhasil masuk dalam Top 99 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Sinovik),” jelasnya.

Kata Yasin, Program Jalin Matra PFK adalah program intervensi terhadap banyaknya perempuan dengan tingkat kesejahteraan 10 persen terendah, yang menjadi kepala rumah tangga perceraian atau ditinggal mati suaminya.

Dengan memberikan bantuan usaha produktif sebesar Rp 2,5 juta untuk kepala rumah tangga perempuan (KRTP), program ini menerapkan prinsip membantu dengan hati atau ‘Nguwongke Uwong’ dan mengajak bicara masyarakat miskin (partisipatoris deliberative).

Program Jalin Matra PFK, menurutnya, terbukti mampu memberikan dampak positif sepanjang pelaksanaannya, sejak 2014 hingga 2019.

“Sepanjang periode tersebut, angka kemiskinan di Jatim turun sebanyak 674.540 jiwa (2,05 persen), dan mampu mengubah hidup 78.679 kepala rumah tangga perempuan,” ujarnya.

Outputnya, mereka mampu memenuhi kebutuhan dasar secara lebih mandiri dan sustainable, memiliki aset usaha, mengelola jaringan usaha dan keahlian teknis jauh lebih meningkat dibanding sebelum intervensi.

Efek berantai dari inovasi tersebut juga dirasakan 291.445 anggota rumah tangga kepala rumah tangga perempuan dari kelompok anak-anak. Mereka akhirnya mendapatkan pendidikan yang lebih baik dibanding orang tuanya. (tok/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar