Politik Pemerintahan

Inilah Tanggapan Bupati YES terhadap Pandangan Umum Fraksi di Rapat Paripurna DPRD Lamongan

Lamongan (beritajatim.com) – Rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lamongan kembali digelar. Rapat di hari ketiga tersebut, Bupati Lamongan memberikan tanggapan dan jawabannya terhadap Pandangan Umum Fraksi atas Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD tahun anggaran 2020. Bertempat di Ruang Rapat Paripurna DPRD Lamongan, Jumat (4/6/2021).

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi (YES) menyampaikan tanggapan atas pendapat, saran dan himbauan, serta pertanyaan dari masing-masing Fraksi DPRD Kabupaten Lamongan yang sebelumnya telah disampaikan di rapat paripurna pada hari kedua, Senin (31/5/2021) lalu.

“Pembahasan dalam rapat paripurna hari ketiga ini dilakukan untuk mencari hasil yang terbaik demi kemajuan Kabupaten Lamongan. Terlebih lagi, hasilnya ini akan menjadi acuan pembangunan Kabupaten Lamongan ke depan. Pak Bupati memberikan tanggapannya atas pendapat, pertanyaan, dan saran dari Fraksi,” ujar H Abdul Ghofur, Ketua DPRD Kabupaten Lamongan.

Dalam kesempatan di hari ketiga ini Bupati YES mengungkapkan, terkait tidak tercapainya pendapatan daerah, realisasi pendapatan retribusi, pendapatan dari hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan tersebut karena dipengaruhi oleh kondisi perekonomian yang belum baik akibat pandemi. Konsumsi masyarakat untuk kegiatan wisata pun belum bisa diharapkan, sehingga mempengaruhi pendapatan pajak sebagai akibat pembatasan kegiatan masyarakat.

Selanjutnya, YES juga menjelaskan, tidak beroperasinya armada angkutan darat dan tidak adanya even olahraga juga turut mempengaruhi. Terkait pungutan liar (pungli) yang dilakukan juru parkir, sebagaimana yang dipertanyakan Fraksi Partai PKB, YES menanggapi bahwa juru parkir yang terdaftar tiap bulan telah diberikan insentif dan selalu dilakukan monitoring. Selain itu juga, Pemkab Lamongan telah bekerjasama dengan POL PP untuk melakukan penertiban terhadap juru parkir liar.

Masih menanggapi pertanyaan fraksi Partai PKB terkait harga pupuk, Bupati YES mengungkapkan bahwa kondisi pupuk yang ada merupakan inventarisasi dari Kementerian Pertanian terhadap aspirasi dari masyarakat tani. Sedangkan rendahnya harga jual gabah dipengaruhi oleh kualitas gabah.

“Sebagaimana aspirasi masyarakat tani tentang keinginan untuk mengurangi subsidi pupuk dan memperluas jangkauan subsidi pupuk, tahun ini subsidi pupuk dikurangi, namun kuota penerima ditambah. Sedangkan terkait harga jual gabah yang rendah itu disebabkan oleh kualitas gabah yang kurang baik karena pengelolaan pasca panen yang masih tradisional dan sangat dipengaruhi oleh cuaca,” terang Bupati YES.

Sudah menjadi komitmen bersama semua lini dalam Pemerintahan Daerah Kabupaten Lamongan, bahwa pengelolaan belanja daerah yang diberikan kepada masyarakat sesuai dengan prinsip Pro Growth, Pro Job, Pro Poor dan Pro Environment.

“Saya yakin perekonomian Kabupaten Lamongan pada tahun 2021 akan lebih baik, sejalan dengan ekonomi global dan domestik. Kebijakan vaksinasi yang berlangsung secara global ditengarai mampu mendorong semakin luasnya pembukaan sektor sektor ekonomi produktif dan peningkatan aktifitas masyarakat yang berimplikasi pada perbaikan ekonomi di Kabupaten Lamongan,” pungkas YES.[riq/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar