Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Inilah Sasaran Prioritas APBD Lamongan 2022

Rapat Paripurna Hari Pertama Pengantar Nota Keuangan atas Rancangan APBD Lamongan 2022, di Ruang Paripurna DPRD Lamongan.

Lamongan (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Lamongan mengklaim akan terus mendorong pemulihan sosial-ekonomi sebagai penguatan pondasi untuk mendukung pelaksanaan reformasi struktural agar lebih optimal.

Hal itu diungkapkan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi dalam Rapat Paripurna Hari Pertama Pengantar Nota Keuangan atas Rancangan APBD Kabupaten Lamongan Tahun Anggaran 2022, di Ruang Rapat Paripurna DPRD Lamongan, Rabu (3/11/2021).

“Reformasi struktural merupakan hal yang sangat fundamental untuk pemulihan dan akselerasi pertumbuhan ekonomi pasca pandemi, karena Kabupaten Lamongan bukan hanya harus tumbuh, tapi tumbuh dengan cepat dan berkelanjutan,” ungkap Bupati YES, sapaan akrab Bupati Lamongan.

Selain itu, Bupati YES mengatakan, sesuai tema pembangunan Kabupaten Lamongan rencana kerja tahun anggaran 2022, yakni Pemantapan Sosial Ekonomi dan Peningkatan Layanan Dasar serta Penyediaan Infrastruktur Terintegrasi, maka Pemkab Lamongan akan menyasar peningkatan ekonomi.

Peningkatan ekonomi tersebut, lanjut Bupati YES, dilakukan melalui pemberdayaan UMKM dan pengembangan ekonomi kreatif melalui program peningkatan nilai tambah ekonomi kerakyatan menjadi prioritas pembangunan pada APBD 2022.

Rapat Paripurna Hari Pertama Pengantar Nota Keuangan atas Rancangan APBD Lamongan 2022, di Ruang Paripurna DPRD Lamongan.

“Adapun kebijakan prioritas dan sasaran pembangunan Kabupaten Lamongan adalah peningkatan ketersediaan pangan hasil pertanian, perikanan dan pangan hasil laut secara berkelanjutan. Selain itu juga peningkatan kemitraan usaha antara usaha mikro kecil dan usaha menengah besar. Kemudian peningkatan nilai tambah dan daya saing produk, usaha kreatif dan digital serta optimalisasi pemanfaatan teknologi digital dan industry 4.0,” tuturnya.

Tak hanya peningkatan ekonomi, Bupati YES menjelaskan arah kebijakan belanja daerah rancangan APBD 2022 yang juga diprioritaskan untuk peningkatan infrastruktur, peningkatan kualitas dan aksesbilitas pendidikan dan kesehatan, peningkatan produktivitas dan daya saing ketenagakerjaan disertai perluasan kesempatan kerja.

Selanjutnya, meningkatkan pelestarian nilai-nilai budaya lokal dan kepedulian sosial, peningkatan produksi dan produktivitas komoditas pertanian, peningkatan ketahanan bencana dan lingkungan hidup, serta peningkatan ketentraman, keamanan, ketertiban umum dan peningkatan kualitas pelayanan publik bagi masyarakat.

Lebih rinci, Bupati YES juga mengemukakan komposisi rancangan APBD 2022. “Pendapatan daerah tahun anggaran 2022 diperkirakan mencapai Rp 2.946.922.866.811 dengan komposisi PAD secara agregat diproyeksikan Rp 474.781.714.858, pendapatan transfer diproyeksikan Rp 2.460.673.012.000,62 dan lain-lain pendapatan daerah yang sah diproyeksikan Rp 11.468.139.891,” imbuhnya.

Sementara itu, ubtuk belanja daerah dialokasikan sebesar Rp 3.116.922.866.811, sehingga dalam postur rancangan APBD tahun anggaran 2022 mengalami defisit Rp 170 Milyar.

Sebagai penyeimbang dari defisit yang terjadi, maka kebijakan pembiayaan yang ditempuh adalah pembiayaan netto yang berasal dari penerimaan setelah dikurangi pengeluaran pembiayaan yang selanjutnya digunakan untuk menutup defisit anggaran. [riq/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar