Politik Pemerintahan

Inilah Modal Yoko Priyono Maju Pilbup Mojokerto 2020

Yoko Priyono

Mojokerto (beritajatim.com) – Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Mojokerto, Yoko Priyono semakin memantapkan diri untuk maju dalam bursa Pemilihan Bupati (Pilbup) Mojokerto 2020. Tak hanya pengalaman 33 tahun menjadi birokrat menjadi bekal pria kelahiran Mojokerto ini saja namun komunikasi ke sejumlah partai politik (parpol) sudah dilakukan.

“Komunikasi ke semua (parpol), tidak hanya yang punya kursi ataupun tidak punya kursi saja. Semua itu elemen masyarakat, saya pingin mari Mojokerto semua kita ajak jalan. Tidak ada istilah, partai ini harus kita jauhi. Endak lah, semua saya dekati. Kalau PDIP awal-awal saya komunikasi, tapi kita harus tahu diri. Saya tetep menjaga etika politik,” ungkapnya, Selasa (10/12/2019).

Komunikasi dengan parpol, lanjut mantan Kepala Dinas Pendidikan ini mengaku cukup bagus karena sistem demokratis di Indonesia karena ada dua. Lewat jalur independen dan parpol. Menurutnya, jika berangkat dari parpol maka ia harus melakukan pembicaraan secara intens dengan sejumlah parpol untuk menyamakan visi.

“Ada beberapa parpol yang sudah menyamakan visi, PPP, PAN, Hanura, Gerindra, insya Allah kedepannya PKS dan Demokrat. Namun semua ada mekanisme dan tahapan, rekom saat ini tidak bisa karena masih 10 bulan. Partai masih menunggu mukernas dan munas. Bagi saya kita harus menjalin sebuah komunikasi dengan semua partai, nanti partai yang menentukan,” katanya.

Pasalnya, lanjut mantan Kepala Dinas Perizinan ini, rekomendasi yang mengeluarkan adalah Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Meski semua tergantung pada DPP, namun tegas Yoko, yang penting di tingkat bawah sudah ada komunikasi dan daerah sudah mempersiapkan. Terkait visi misi, menurutnya masih terlalu dini untuk membacakan visi misi.

“Yang jelas, bahwa saya pengalaman 33 tahun, 4 tahun di kepegawaian, perencanaan pembangunan 19 tahun, perizinan, pendidikan dan koperasi. Insya Allah itu sebagai bekal saya untuk bagaimana mendorong Mojokerto menuju ke perkembangan yang dinamis. Salah satunya bagaimana sektor riil harus berkembang, saya pingin pengabdian untuk bumi Mojopahit,” tuturnya.

Yoko menambahkan, pengalaman 33 tahun sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di beberapa tempat menjadikan evaluasi untuk meningkatkan pembangunan yang sudah dilakukan pemimpin sebelumnya, yang kurang dibenahi. Kelebihan dan kekurangan dibangkitkan sehingga hal tersebut menjadikannya motivasi untuk maju Pilbup Mojokerto 2020 mendatang.

“Ada beberapa yang perlu ditingkatkan. Dari aspek pertanian, aspek budaya, semua menjadi acuan dan kajian. Apa yang menjadi sebuah kelebihan harus kita ciptakan, kita ini akan maju maka dari analisis kelebihan dan kekurangan yang harus dibenahi. Kita sebenarnya perlu saya ungkit yang kuat, kita harus mengungkit Mojokerto dari berbagai aspek yang telah ditinggalkan oleh pemimpin sebelumnya,” urainya.

Menurutnya, ia termotivasi untuk maju menjadi calon Bupati Mojokerto karena pengabdian dan pengalaman ilmu di bidang pemerintahan. Terkait banyaknya nama yang muncul, menurutnya, saat ini masyarakat Mojokerto sudah cerdas dalam memilih. Semakin banyak calon, bahwa demokrasi semakin berkembang di Mojokerto.

“Dengan catatan masing-masing kandidat harus bisa mengagas sebuah menjaga etika demokrasi. Jika tidak kandidat yang nemu wujudkan etika demokrasi, siapa lagi. Ndak papa, bagus, silahkan masyarakat yang menilai. Tapi dengan catatan, ayo kita berdemokrasi dengan cara-cara beretika. Silahkan rakyat yang memilih,” ujarnya.

Mantan Kepala Bappeda ini menambahkan, jika ingin sukses jangan memandang orang dari sisi kelemahan. Baginya semua calon itu kuat, itulah yang menjadikan sebuah tantangan dan motivasinya untuk berjuang melalui sebuah kajian-kajian dan pertimbangan. Yoko menambahkan, tidak ada kata calon lemah.

“Karena apapun orang boleh ngomong. Saya hidup ini percaya sama dengan kodratnya Gusti Allah, pati, lahir, rejeki, jodoh itu hak prerogatif. Silakan manusia mempunyai cita-cita tetapi satu hal, titik akhir adalah harus tangan. Itu saja. Dalam politik jangan menyepelekan orang,” urainya.

Yoko enggan membeberkan siapa yang dipilihnya untuk mendampinginya maju dalam Pilbup Mojokerto 2020 nanti. Namun ia menegaskan, ia maju sebagai calon Bupati Mojokerto meski ada tawaran dari pihak lain untuk menggandengnya sebagai calon Wakil Bupati Mojokerto.

“Dan nanti pada saatnya, media akan tahu. Siapa pendamping saya. Saya hanya minta do’anya ini sebuah perjuangan, perjuangan bagaimana saya harus ikut berpartisipasi membangun Mojokerto ini. Paling tidak saya minta semua masyarakat memahami, Mojokerto membutuhkan pemimpin yang bagaimana,” pungkasnya.

Tak hanya Yoko Priyono yang maju dalam bursa Pilbup Mojokerto 2020 mendatang, incumbent yang merupakan Plt Bupati Mojokerto, Pungkasiadi, pensiunan PNS Dispenda Jawa Timur, Purwo Santoso dan terbaru Terbaru istri mantan Bupati Mojokerto, Ikfina Kamal Pasa. [tin/but]






Apa Reaksi Anda?

Komentar