Politik Pemerintahan

Inilah Janji Ipuk Fiestiandani Azwar Anas untuk Pendidikan di Banyuwangi

Banyuwangi (beritajatim.com) – Calon Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Azwar Anas berterima kasih atas sambutan luar biasa para pengajar NU di Kecamatan Rogojampi. Dia datang disambut dengan nyanyian “Syubbanul wathan” atau “Yaa Lal Wathan”. Sebuah lagu ciptaan ulama pendiri NU, KH Wahab Hasbullah, pada 1934 lalu.

“Inilah lagu yang selalu mengingatkan kita untuk senantaisa cinta Tanah Air. Lagu yang juga menunjukkan bahwa cinta agama dan cinta bangsa adalah satu kesatuan, tidak bisa saling dipertentangkan,” ujarnya, Kamis (17/9/2020).

Dalam kesempatan ini, Ipuk juga membahas tentang pendidikan. Menurutnya, sektor pendidikan yang telah hadir di Banyuwangi perlu terus ditingkatkan.

“Kuncinya ada dua, yaitu peningkatan akses dan kualitas. Akses terkait semakin mudahnya warga mendapatkan layanan pendidikan, di dalamnya ada beasiswa, tabungan pelajar, dan intervensi lainnya,” ujarnya.

Tak hanya itu, dirinya juga menyebut tentang infrastruktur di dunia pendidikan, termasuk SDM.

“Adapun kualitas, terkait infrastruktur fisik dan infrastruktur lunak. Fisik soal kelengkapan fasilitas. Infrastruktur lunak soal kualitas SDM, termasuk guru, yang berarti kita bicara upaya peningkatan kesejahteraan guru. Semua akan terus ditingkatkan,” ungkapnya.

Sementara itu Ketua Yayasan Ahlussunnah Wal Jamaah Nanang Nur Ahmadi mengaku, Ipuk Fiestiandani selama ini cukup berperan di dunia pendidikan Banyuwangi.

“Selama ini Bu Ipuk selalu konsen pada dunia pendidikan. Beliau telah lama membina serta memfasilitasi anak-anak muda dan pelajar,” kata Nanang.

Selain itu, menurut Nanang, selama beberapa tahun terakhir, pendidikan selalu menjadi program wajib Pemkab Banyuwangi. Banyak inovasi dilakukan, seperti pemberian beasiswa melalui Beasiswa Banyuwangi Cerdas, pengiriman guru yang mendapat beasiswa ke pelosok-pelosok desa melalui Banyuwangi Mengajar, Siswa Asuh Sebaya (SAS) yang merupakan program menumbuhkan solidaritas sejak dini, pemberian uang saku bagi siswa miskin, dan banyak lainnya.

“Bahkan ketika banyak daerah lainnya banyak gaji guru honorer berkisar Rp 300.000 sampai Rp 600.000, ternyata di Banyuwangi sudah Rp 1 juta,” kata Nanang.

Sejak 2017 gaji Guru Tidak Tetap (GTT) naik dari Rp 300.000 per bulan menjadi Rp 1 juta. “Banyak program-program pendidikan yang telah dilakukan di era Bupati Anas, dan itu bisa berkesinambungan oleh Bu Ipuk,” kata Nanang.

Nanang mengatakan, Ipuk selama ini banyak aktif terlibat di dunia pendidikan. Ipuk merupakan Ketua Yayasan Kesejahteraan dan Pendidikan Tuna Indra (YKPTI) yang intens terlibat dalam pemberdayaan para penyandang disabilitas di Banyuwangi.

Ipuk juga aktif mengawal program sekolah inklusi agar para penyandang disabilitas mendapat kemudahan akses dan kesetaraan pendidikan, di antaranya menginisiasi sekolah inklusi. Di mana Banyuwangi saat ini memiliki lebih dari 220 sekolah inklusi dengan ratusan guru pendamping khusus.

“Bu Ipuk juga ikut mencetuskan Festival Kita Bisa yang merupakan ajang seni-budaya dan kreativitas para penyandang disabilitas se-Banyuwangi, yang pada gilirannya menumbuhkan semangat solidaritas dari seluruh warga untuk memberdayakan mereka,” pungkas Nanang. [rin/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar