Politik Pemerintahan

Ini Tujuan Pemasangan Stiker KPM PKH di Pamekasan

Pamekasan (beritajatim.com) – Pemasangan stiker bagi Rumah Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di kabupaten Pamekasan, dilakukan sebagai upaya untuk menggugah kesadaran masyarakat bahwa penerima bansos tersebut sebagai keluarga kurang mampu.

Pemasangan stiker tersebut sengaja dilakukan sebagai respon dari berbagai aspirasi masyarakat, di mana terdapat sejumlah KPM yang dinilai tidak layak mendapatkan bansos dari Kementerian Sosial (Kemensos), karena sudah masuk katagori keluarga sejahtera.

“Tujuan penempelan stiker ini sebagai upaya menyadarkan penerima, sesuai aspirasi masyarakat bahwa ada penerima bansos PKH yang tidak tepat sasaran. Sehingga dengan stiker ini, ada keterbukaan data penerima, sekaligus saling memonitor jika ada penerima yang tidak tepat sasaran,” kata Koorkab PKH Pamekasan, Hanafi, Sabtu (12/12/2020).

Selain itu pihaknya juga mengimbau bagi seluruh KPM PKH yang sudah mampu atau masuk katagori sejahtera, agar secara sadar mengundurkan diri dari kepesertaan alias graduasi. “Prinsipnya, tujuan pemasangan stiker ini adalah mensasar penerima bansos yang tidak tepat sasaran,” ungkapnya.

Terdapat tujuan lain dari pemasangan stiker di setiap rumah KPM PKH Pamekasan. Satu di antaranya berupa keterbukaan publik. “Tujuan lainnya mempermudah masyarakat memberikan kontrol dan saran bagi penerima bansos, dapat meningkatkan transparansi publik, lebih tepat sasaran, serta meningkatkan graduasi atau kemandirian KPM,” jelasnya.

“Jadi dengan penempelan stiker di setiap rumah penerima, nantinya akan ada efek malu bagi mereka yang memang bukan dari keluarga tidak mampu dan secara sadar keluar dari kepesertaan. Otomatis mereka juga keluar dari BDT (Basis Data Terpadu), sehingga angka kemiskinan di Pamekasan dapat ditekan,” tegas Hanafi.

Dari itu pihaknya mengajak seluruh elemen masyarakat agar bersama melakukan monitoring, agar tidak ada lagi KPM PHK yang sudah masuk katagori sejahtera. “Untuk itu tolong bantu kami untuk sama-sama memonitoring kalua ada penerima PKH yang memang betul dapat dikeluarkan, tolong laporkan ke pendamping maupun Dinsos,” imbaunya.

Berdasar hasil Final Closing Tahap 1 Tahun 2021 PKH Kabupaten Pamekasan, terdapat sebanyak 50.910 orang terdata sebagai KPM. Namun nantinya akan dilakukan labelisasi termasuk KPM PKH maupun KPM Sembako atau BPNT dengan total keseluruhan mencapai angka sebanyak 112.025.

“Rencananya insya’ Allah pekan ketiga Desember 2020 ini, kita mulai lakukan sosialisasi kepada Muspika. Sekaligus langsung melakukan pemasangan stiker secara serentak di 13 kecamatan berbeda di Pamekasan, tentunya dengan melibatkan unsur TNI-Polri dalam hal ini Babinsa dan Babinkamtibmas dan para pendamping,” pungkasnya. [pin/ted]



Apa Reaksi Anda?

Komentar