Politik Pemerintahan

Ini Tugas Bupati Jember Periode Mendatang Menurut Muhammadiyah

Joko Purwanto

Jember (beritajatim.com) – Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Jember, Jawa Timur, menilai bupati periode 2021-2024 memiliki tugas berat dalam urusan birokrasi. Bupati harus bisa membangun soliditas mesin birokrasi sehingga bisa bekerja baik.

“Banyak yang menginginkan pemimpin harus berani untuk menghilangkan ego sektoral demi kepentingan rakyat Jember. Persoalan Jember banyak sekali. Yang menjadi perhatian utama kita sebenarnya adalah bagaimana kita dibandingkan dengan kabupaten sebelah,” kata Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Joko Purwanto, usai acara silaturahim dengan DPRD Jember, Senin (15/6/2020).

Menurut Joko, figur bupati nanti haruslah mengerti Jember. “Tapi yang paling dibutuhkan adalah orang yang bisa memayungi semua kepentingan yang ada,” katanya.

“Memang dulu lima tahun lalu, ingin ada perubahan. Memang sebuah keniscayaan setiap pemilihan, jargonnya seperti itu. Tapi ternyata birokrasi masih lebih penting. Tatanan birokrasi masih perlu dipertahankan. Jangan sampai birokrasi yang sudah tertata lama, kemudian tinggal apa kata perseorangan. Itu harus dihindari,” kata Joko.

Titik perhatian terhadap birokrasi tak lepas dari carut marut persoalan di Jember selama ini. Joko menunjukkan, surat teguran dari Kementerian Dalam Negeri dikarenakan persoalan birokrasi. “Atau kemudian hari-hari ini kita belum punya perda APBD, itu salah satu bentuk bahwa bukan hanya komunikasi, tapi birokrasi, juga menjadi problem. Problem utamanya di situ: ketaatan atau pemahaman terhadap aturan birokrasi juga penting,” kata Joko. [wir/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar