Politik Pemerintahan

Ini Titik Kekeringan di Pamekasan

Pamekasan (beritajatim.com) – Sebanyak 311 dusun di 77 desa berbeda yang tersebar di 11 kecamatan di kabupaten Pamekasan, terdata sebagai wilayah kekeringan akibat musim kemarau yang mulai terjadi sejak beberapa pekan terakhir.

“Titik kekeringan akibat musim kemarau di kabupaten Pamekasan, tahun ini tersebar di sebanyak 311 dusun di 77 desa di Pamekasan,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan, Akmalul Firdaus kepada beritajatim.com, Senin (7/9/2020).

Dari jumlah tersebut, terdata hanya dua kecamatan berbeda di kabupaten Pamekasan yang dinyatakan aman dan bebas dari dampak kekeringan. Masing-masing kecamatan Pakong dan Pamekasan (Kota). “Seperti tahun lalu, hanya dua kecamatan yang dinyatakan aman dan tidak terdampak, yaitu Kota dan Pakong,” unykapnya.

“Bahkan per hari ini, proses pendistribusian air bersih ke wilayah terdampak kekeringan (akibat kemarau) sudah mulai dilakukan dan rencananya kita lakukan hingga Oktober 2020 mendatang,” sambung pria yang akrab disapa Pak Akmalul Firdaus.

Namun demikian, jadwal pendistribusian tersebut nantinya juga akan diperpanjang kita musim kemarau belum berakhir. Sekalipun deadline pendistribusian hingga bulan ke-10. “Jadi sekalipun kita rencanakan untuk dua bulan kedepan, juga bisa kita perpanjang jika kondisi kekeringan belum berakhir,” tegasnya.

Untuk diketahui, pendistribusian bantuan air bersih gratis secara simbolis dilakukan oleh Bupati Pamekasan, Badrut Tamam bersamaan dengan Apel Virtual Aparatur Sipil Negara (ASN) di Mandhepa Agung Ronggosukowati, Jl Pamong Praja Nomor 1 Pamekasan.

Dalam kegiatan yang dihadiri Wakil Bupati, Raja’e, Sekretaris Daerah (Sekda) Totok Hartono, serta sejumlah pejabat lainnya. Bupati Badrut Tamam juga membagikan sebanyak 10 ribu masker sebagai langkah antisipatif, sekaligus mencegah penyebaran wabah virus corona alias Covid-19, khususnya memasuki masa pembiasaan baru. [pin/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar