Politik Pemerintahan

Tiga Tokoh Muda Ini Dinilai Layak Jadi Wakil Bupati Malang

Malang (beritajatim.com) – Kekosongan kursi Wakil Bupati Malang periode 2015-2020 kini jadi bahasan internal di partai pengusung. Yakni Partai NasDem, Golkar dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Ditanya siapa yang pantas mendampingi Plt Bupati Malang HM.Sanusi setahun kedepan? Ketua DPC PKB Kabupaten Malang H Ali Ahmad mengaku masih menunggu untuk di diskusikan dengan internal partai.

“Kami masih rapat di DPC (Dewan Pimpinan Cabang) dulu. Masih akan kita diskusikan dengan partai pengusung,” beber Gus Ali sapaan akrabnya, Rabu (19/6/2019) kepada beritajatim.com.

Sebagai informasi, HM.Sanusi yang kini menjabat Plt Bupati Malang, terpilih sebagai Kepala Daerah Kabupaten Malang saat masih bersama dengan Rendra Kresna yang terjerat kasus korupsi. Saat itu, Rendra maju sebagai petahana dengan memakai gerbong partai pengusung dari NasDem, PKB Partai Golkar, Partai Gerindra dan Demokrat.

Tokoh muda, dianggap beberapa lintas organisasi di Kabupaten Malang harus menjadi pendamping HM.Sanusi. Kaum muda milenial dibutuhkan untuk mempercepat mobilitas arah pembangunan yang signifikan. Serta, memacu peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Malang.

“Pemuda pejuang yang berdedikasi untuk masyarakat yang berdaya sangat dibutuhkan. Karena sejauh ini, belum pernah ada pemimpin di Kabupaten Malang yang konsen dengan pemberdayaan. Padahal, jika masyarakat berdaya secara merata, maka pembangunan baik fisik maupun lainnya, akan ikut berkembang secara bergaris lurus dengan tingkat produktifitas masyarakat yang berdaya,” ungkap Koordinator Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) ProDesa Malang, Ahmad Khoesaeri.

Kata Mas Kus, panggilan dekatnya, pemerataan pemberdayaan sangat penting di semua lini dan semua lapisan. Track record kaum muda yang layak jadi Wakil Bupati Malang, tambahnya, juga dibutuhkan. “Minimal tokoh muda tersebut punya pengalaman di berbagai organisasi. Itu penting. Karena tak cuma teori, pengalaman itu pun sangat penting. Karena track record itu menunjukkan seseorang mampu atau tidak,” paparnya.

Dimata Mas Kus, dari tiga nama tokoh muda Kabupaten Malang seperti Ketua Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Malang Priyo Bogank Sudibyo, Dirut PD Jasa Yasa Kabupaten Malang, Faiz Wildan dan Kresna Dewanata Prosakh yang kini menjabat Anggota DPR RI adalah figur yang cukup baik.

Priyo Bogank sendiri saat ini menduduki jabatan sebagai Wakil Ketua KONI, Ketua Gabungan Kontraktor Nasional (Gapeknas) Kabupaten Malang dan Ketua Perserosi hingga olahraga Kick Boxing Kabupaten Malang. “Mereka bertiga bagus. Sangat Konsen di bidangnya masing-masing. Tapi hak kita hanya sampai usulan kepada parpol pengusung. Karena pergantian antar waktu Wabup Malang ini tidak dipilih langsung. Atau terbatas hanya pada hak bicara saja, bukan hak suara,” ulas Mas Kus.

Kata Mas Kus, pendamping ideal Plt Bupati Malang saat ini, memang haruslah kaum muda dengan semangat dan energi yang tinggi. Dari tiga nama tokoh muda itu, Mas Kus menilai sosok Wildan adalah figur moderat yang bisa diterima partai pengusung.

“Saya menilai Wildan lebih bisa diterima. Pertimbangannya bahwa kemungkinan besar akan diamini oleh parpol pengusung, selain punya pengalaman organisasi yang cukup. Kelompok lain juga tidak akan banyak penolakan pastinya, karena Wildan saya kira bisa membangun komunikasi dengan para politisi, dan juga tidak asing di lingkungan birokrasi,” urai Mas Kus.

Sementara itu, Bupati Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Malang, M.Zuhdy Achmadi mengaku tiga nama tokoh muda tersebut sama-sama punya potensi yang baik. Hanya saja, LIRA selaku organisasi memandang kans besar kursi Wabup Malang pada sosok Wildan.

“Kami rasa tiga anak muda itu cukup baik. Hanya saja, kami menilai sosok Wildan bisa jadi pertimbangan partai pengusung. Selain aktif di organisasi KNPI, Wildan juga dekat dengan birokrasi. Apalagi sekarang memimpin perusahaan milik Pemkab, ia juga kader Partai NasDem,” kata Abah Didik sapaan akrabnya.

Menurut Abah Didik, meski ada banyak tokoh muda, ia melihat dari tiga sosok nama tersebut seorang organisatoris yang cukup baik. Populer dan punya kapabilitas.

“Kalau mas Dewa saya pikir biar konsen pada posisinya di DPR RI. Sayang kalau kursi di DPR sampai dilepas. Sementara mas Priyo Bogank mungkin karena bukan orang partai ya, jadi butuh pendekatan ke arah sana. Tapi secara organisatoris mas Bogank sangat baik. Karena hak mutlak nantinya memang ada di partai pengusung,” pungkasnya. [yog/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar