Politik Pemerintahan

Ini Tema Debat Pertama Pilkada Gresik 2020

Kedua paslon yang maju di Pilkada Gresik saat mengambil nomor Urut

Gresik (beritajatim.com) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gresik sedang mempersiapkan pelaksanaan debat kandidat tahap pertama pada perhelatan Pilkada Gresik 2020.

Ketua KPU Gresik Akhmad Roni mengatakan, debat kandidat tahap pertama dilaksanakan 20 November 2020. Adapun untuk temanya meningkatkan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat.

“Berbagai persiapan sudah kami lakukan. Untuk debat kandidat tahap pertama temanya sudah disusun oleh para panelis,” katanya, Kamis (12/11/2020).

Menurut Roni, untuk masing-masing panelis pihaknya sudah mengundang para akademisi dari empat perguruan tinggi.

“Ada empat perwakilan dari perguruan tinggi yang menjadi panelis. Masing-masing-masing dari Unesa, UINSA, Unibraw, dan UMG,” paparnya.

Selain menyiapkan debat kandidat. KPU Gresik juga berupaya menjamin pelaksanaan Pilkada Gresik berjalan lancar. Bahkan, penerapan teknologi pun digunakan untuk kemudahan rekapitulasi dan menghitung suara. Yakni berupa aplikasi Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap).

Komisoner Divisi Teknis Penyelengaraan Elvita Yuliati menuturkan, Sirekap akan dijalankan oleh para KPPS di tempat pemungutan suara (TPS). Nantinya, petugas bertanggung jawab memotret formulir model C.KWK atau kertas yang berisi data perolehan suara pasangan calon (paslon) dan mengunggahnya ke Sirekap melalui sebuah aplikasi Sirekap.

“KPPS sudah diwajibkan untuk memahami sistem penggunaannya. Karena yang kita foto nanti adalah hasilnya,” tuturnya.

Menurut Elvita, KPU menetapkan IT di salam tahapan pemilihan tidak hanya ini saja. Ada beberapa aplikasi yang digunakan untuk mempermudah tahapan. Salah satunya adalah, Pemutakhiran Data Pemilih (Sidalih), Verigasi Parpol (Sipol), Kandidasi (Silon), Pendampilan (Sidapil) dan Proses Rekapitulasi Hasil Pemilu (Situng).

“Ada kendala yang belum kita kordinasikan. Yaitu soal jaringan internet di Kepulauan Bawean. Karena di sana masih ada daerah dengan koneksi internet rendah,” jelasnya.

Kendati demikian, pihaknya yakin aplikasi ini akan berjalan seperti yang direncanakan. Apalagi sebelumnya, apliaksi ini sudah di uji coba ke beberapa kabupaten dan kota oleh KPU pusat.

“Segala kemungkinan kekurangan dan kelebihannya sudah dianalisa,” tandasnya. [dny/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar