Politik Pemerintahan

Ini Strategi Ipong-Bambang dalam Wujudkan Kemandirian Masyarakat

Paslon nomor urut 2 Ipong Muchlissoni dan Bambang Tri Wahono (foto/Istimewa)

Ponorogo (beritajatim.com) – Pasangan calon (paslon) nomor urut 2, Ipong Muchlissoni dan Bambang Tri Wahono, ke depan ingin mendorong masyarakat untuk bisa mewujudkan kemandirian. Untuk mewujudkan hal tersebut, paslon Ipong-Bambang telah menyiapkan 3 strategi utama dalam pemerintahnya nanti, jika terpilih kembali.

Yang pertama, melalui program Dasawisma. Program ini akan mewujudkan ketahanan keluarga dan kemandirian di level rumah hingga rukun tetangga (RT). Dengan memberdayakan ibu-ibu, bukan hanya mendampingi para suami mencari nafkah. Namun juga berkontribusi dalam menopang ekonomi keluarga.

Strategi kedua dengan menjalankan program alokasi dana RT sebesar 2-5 juta per RT per tahun. Dimana program ini akan disinergikan dengan rencana di tingkat kabupaten. Melalui musyawarah perencanaan pembangunan yang melibatkan masyarakat, untuk berpartisipasi aktif dalam pengambilan keputusan.

“Partisipasi ini penting, supaya nantinya akan dapat menjadi solusi berkelanjutan, terhadap optimalisasi potensi dan kebutuhan dari masing-masing RT,” kata Ipong, Selasa (1/12/2020).

Yang ketiga, untuk menghadapi situasi saat ini dan sebagai upaya nyata untuk menyesuaikan perkembangan zaman, Ipong–Bambang telah menyiapkan Program Desa Digital. Dengan mewujudkan good governance sebagai bentuk transparansi dan peningkatan kualitas pelayanan publik yang efektif dan efisien. Selain itu juga bermanfaat untuk optimalisasi potensi UMKM yang akan berkontribusi besar terhadap penambahan lapangan pekerjaan, terobosan produksi, pemasaran, hingga distribusi dengan pemanfaatan digital yang akan meningkatkan hasil pendapatan para pelaku UMKM. Selain itu, Program Desa Digital ini sebagai wadah pengenalan ragam potensi kesenian secara lebih luas.

“Pemanfaatan platform digital tujuannya untuk memperkenalkan kesenian yang ada secara lebih luas. Sehingga dapat menarik lebih banyak wisatawan untuk datang ke Ponorogo tercinta ini,” katanya.

Program yang disusun oleh paslon nomor urut 2 tersebut, merupakan hasil dari melihat dan berkaca pada situasi saat ini. Tidak melebihkan atau mengurangi, serta memperhatikan dari kemampuan sumber daya manusia dan alokasi anggaran di Kabupaten Ponorogo. (end/kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar