Politik Pemerintahan

Ini Sosok Pengganti Gus Yani di DPRD Gresik

Gresik (beritajatim.com) – DPRD Gresik resmi melantik Hudaifah dalam rapat paripurna pengganti antar waktu (PAW) masa periode 2019-2024, kemarin (25/3). Perempuan tersebut menggantikan posisi Fandi Akhmad Yani (Gus Yani) yang mengundurkan diri karena maju di Pilkada Desember 2020 lalu.

Hudaifah melengkapi slot 13 kursi Fraksi PKB. Legislator ini langsung tergabung dalam Komisi II, yang membidangi perekonomian dan keungan.

Pasca dilantik, perempuan yang pernah menjadi anggota DPRD Gresik periode 2009-2014 itu akan langsung berkomitmen dalam sektor UMKM. “Fokus saya dan rekan-rekan di Komisi II. Tentunya, ikut mendorong pemerintah agar sektor ekonomi kerakyatan ini bisa segera bangkit pasca pandemi,” ujarnya, Kamis (25/03/2021).

Baca Juga:

    Selain itu, Hudaifah juga akan tetap mengawal program pemerintah lainnya dalam hal pelayanan publik. “Setidaknya hal itu juga tercantum dalam pokok-pokok pikiran DPRD. Maka, tinggal menyelasraskan dan mengawal hal tersebut agar benar-benar teralisasi,” katanya.

    Dirinya mengaku siap menerima masukan dan saran dari masyarakat. Khususnya segala permasalahan yang terjadi di dapilnya. “Siap mengawal aspirasi masyarakat. Semua kritik dan saran kami tunggu, agar Gresik semakin maju,” ungkapnya.

    Dalam rapat paripurna tersebut, sekaligus menindaklanjuti surat dari DPP Gerindra. Yakni surat nomor 02-0018/Kpts/DPP-GERINDRA/2021 tentang mandat Pergantian Antar Waktu (PAW). Dalam surat tersebut, partai berlogonburung garuda itu memilih Nur Saidah untuk menduduki kursi wakil pimpinan. Menggantikan Asluchul Alif yang mundur sejak enam bulan lalu.

    “Untuk segera menindaklanjuti surat tersebut kepada Gubernur dan menyelesaikan proses administrasinya,” kata Ketua DPRD Gresik Abdul Qodir saat memimpin rapat. Seluruh anggota DPRD pun sepakat dengan pertimbangan segera mengisi kekosongan di kursi pimpinan DPRD Gresik.

    Qodir menjelaskan bahwa proses tersebut akan memakan waktu satu bulan. “Seperti PAW anggota sebelumnya. Tentu, jika SK sudah turun maka wajib untuk menyegerakn prosesi pelantikan,” ungkap Politisi PKB itu.

    Nur Saidah sendiri pun optimis bahwa seluruh kader Gerindra di legislatif tetap solid. Dengan jumlah delapan anggota, pihaknya siap mengawal seluruh program dan kebijakan pemerintah kedepan.

    “Mandat ini sebagai amanah sekaligus tantangan. Namun, sebagai kader partai, tentu saya tunduk dan patuh untuk menerima dan siap melaksanakan apapun yang menjadi perintah partai,” tandasnya. [dny/kun]



    Apa Reaksi Anda?

    Komentar