Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Ini Sikap Projo Jatim Usai Pidato Presiden Jokowi di Rakernas V Borobudur

Kominfo Dewan Pimpinan Projo Jawa Timur, Azhari Hasan (kanan)

Malang (beritajatim.com) – Presiden Joko Widodo hadir di pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) V Projo di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (21/5/2022) kemarin.

Presiden Jokowi hadir mengenakan jaket merah dengan logo Presidensi G-20. Dalam acara itu, Jokowi tak datang sendiri. Ia didampingi Ibu Negara, Iriana Jokowi. Ia juga didampingi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bersama istri, Siti Atikoh.

Seluruh peserta Rakernas meneriakkan nama Presiden Jokowi. Tak luput, nama Ganjar Pranowo pun menggema.
“Hidup Presiden Jokowi, Hidup Pak Ganjar,” teriak mereka kompak.

Ganjar yang ada di acara itu hanya tersenyum. Beberapa kali, ia dicolek oleh sejumlah tokoh yang ada di acara tersebut. Sementara di belakang, ribuan peserta berteriak dan menyebut nama Ganjar.

Usai Rakernas V, Kominfo Dewan Pimpinan Projo Jawa Timur, Azhari Hasan mencatat isi pidato arahan presiden di rakernas. Isinya ada 4 poin. Pertama, kata Azhari, Presiden mengatakan jangan tergesa-gesa (menentukan calon Presiden di 2024). Kedua, Presiden Jokowi memberi kode mungkin yang kita dukung ada di sini (diacara Rakernas V).

“Lalu poin ketiga, Presiden Jokowi meminta bersabar menunggu keputusan siapa yang akan dia dukung sebagai capres di Pemilu 2024. Dan terakhir, soal keputusan jangan sampai keliru, Presiden juga akan menjaring aspirasi dari Projo. Menanyakan kepada Ketua Projo dulu, dan itu bukti kita masih semangat,” tegas Azhari, Minggu (22/5/2022) malam.

Azhari menyoroti poin kedua pernyataan Jokowi apabila mungkin yang didukung, ada dalam Rakernas V. Azhari menjelaskan, di forum besar dan resmi kemarin, Presiden secara tegas menyinggung salah satu tokoh calon Presiden, siapa itu? dan dari mana itu?

“Tebak sendiri lah, kami Projo Jatim juga diwanti-wanti tidak keburu-buru dan wajib menunggu kaputusan Presiden bertemu Ketum Projo, pesannya jangan kesusu-susu (keburu-buru), jangan sampe keliru tentukan pilihan,” ujarnya.

Kata Azhari, Presiden selama ini juga memantau situasi kontestasi pilpres 2024. Dalam rakernas disinggung bahwa ada tokoh calon Presiden diperbincangkan rakyat juga hadir dalam Rakernas itu. Azhari melanjutkan, Projo Jatim berharap, Presiden mengambil keputusan tepat jatuh kepada siapa pilihan itu.

“Misi kami, harapan kami agar semua program-program rakyat agar terus berjalan. Pelanjut Jokowi harus melanjutkan itu semua. Itu kepentingan kami Projo Jatim sebagai militan Jokowi. Kami akan segera melakukan starting elektoral khusus tidak sekedar pendekatan elektoral basis, kami punya cara khusus untuk mendukung pelanjut Presiden Jokowi. Agar program rakyat itu dapat dipastikan terus berjalan, dan nasib rakyat makin terjamin,” beber Azhari.

Ditanya soal starting elektoral khusus, Azhari mencontohkan bahwa penting adanya konsolidasi dengan tokoh-tokoh masyarakat, tokoh agama, kemudian tokoh-tokoh muda di pesantren. Serta, tokoh-tokoh muda di pedesaan sebagai titik spot penyebaran bahwa bonus demografi ekonomi, sudah banyak terjadi di pelosok desa-desa.

“Bahwa terbentuknya rantai ekonomi di desa-desa itu bonus demografi ekonomi untuk rakyat agar lebih sejahtera. Itu semua dari kebijakan Presiden Jokowi. Hal lain seperti Bumdes yang sudah sukses punya putaran keuangan lebih dari Rp15 miliar. Ini hal yang luar biasa, kami akan diskusikan itu semua bahwa kesempatan itu ada pada era Presiden Jokowi,” tutur Azhari.

Terkait bonus demografi dipedesaan lainnya, Azhari mencontohkan, adanya Balkondes (penginapan disekitar Borobudur) itu juga cerminan bagusnya reformasi birokrasi penggunaan dana CSR untuk bangun Balkondes. Sehingga tercipta rantai ekonomi baru di pelosok desa-desa. Dimana itu semua, merupakan tambahan ekonomi rakyat dan bukti nyata Presiden Jokowi dalam mendorong ekonomi baru. Sehingga, CSR tidak menguap apalagi disalahgunakan. Balkondes menciptakan rantai ekonomi mandiri.

“Hal lain yang jadi perhatian Presiden Jokowi, Projo Jatim akan memastikan bantuan sosial (bansos) tepat sasaran. Tidak dipungut atau dipotong atas dasar apapun yang bisa merugikan rakyat. Seperti bansos PKH, BPNT, BLT sembako, Kartu Prakerja, BLT Dana Desa. Dan juga BLT Minyak Goreng, BLT UMKM harus sampai di tangan rakyat, ini bukti Presiden Jokowi hadir untuk rakyat, kami juga akan diskusi itu,” ujarnya.

Azhari menambahkan, Presiden Jokowi selama memimpin negeri ini, telah mengurus rakyat dengan baik. Mewujudkan pembangunan infrastruktur seperti jalan tol dan itu, sudah dirasakan rakyat.

“Inilah alasan yang mendasar kami tegak lurus kepada Presiden Jokowi. Kenapa harus mencari pelanjut Jokowi, tujuannya agar kepastian prpgram-program rakyat seperti di atas dapat dipastikan berjalan terus. Bahwa pasal tertinggi tentang negeri ini yakni, mengutamakan kepentingan rakyat,” kata Azhari mengakhiri. [yog/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar