Politik Pemerintahan

100 Hari

Ini Seratus Hari Program Gus Muhdlor – Subandi untuk Sidoarjo

Sidoarjo (beritajatim.com) – Usai dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo periode 2021 – 2024 oleh Gubernur Jatim, H. Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor) dan Wakil Bupati H. Subandi mengatakan akan lari kencang dan tancap gas untuk memenuhi janji politiknya kepada masyarakat.

Gus Muhdlor menegaskan janji politik dalam Pilkada kemarin akan segera direalisasikan. 17 program kerja Sidoarjo MAS ( Maju Aman Sejahtera) dalam seratus hari kedepan akan dilaksanakannya.

Salah satunya Gus Muhdlor akan fokus pada peningkatan kualitas jalan. Targetnya jalan kabupaten dibeton tanpa menghilangkan kultur jalan desa. Kemudian target dalam seratus hari kedepan yaitu membenahi kualitas pelayanan publik yang selama ini masih dikeluhkan masyarakat.

Gus Muhdlor juga menyinggung penanganan banjir tiga desa di Kecamatan Tanggulangin yang selama ini masih belum teratasi. Diantaranya banjir di Desa Banjarpanji, Banjarasri dan Desa Kedungbanteng.

Penempatan pompa air dititik banjir wajib dilakukan. Kemudian persoalan teknis penanganan lainnya akan dikaji kembali.

Dalam kesempatan tersebut Gus Muhdlor juga menyinggung pencairan dana desa. “Saya akan segera merealisasikan melalui Perbup dana desa yang secepatnya akan segera dibuat,” katanya Jumat (26/2/2021).

Dengan begitu pembangunan akan segera dapat dilakukan. Percepatan Perbup dana desa menjadi salah satu instruksi Gubernur Jatim saat dirinya dilantik.

Gus Muhdlor juga menginginkan peran serta media dalam membangun Kabupaten Sidoarjo. Untuk itu harus ada sinergitas antara keduanya, Pemkab. Sidoarjo bersama media dapat berjalan beriringan dalam membangun kota Delta.

“Media punya peran dapat menjadi corong pembangunan yang dilakukan pemerintah. Kinerja pemerintah harus diketahui masyarakat,” terang putra KH Agoes Ali Masyhuri pengasuh Pesantren Progresif Bumi Shalawat itu.

Sementara itu Wakil Bupati Subandi meminta paradigma lama kinerja OPD yang lelet hendaknya ditinggalkan. OPD yang manja dalam menjalankan tupoksinya akan menjadi catatan.

Bersama Gus Muhdlor, dirinya meminta action dari seluruh OPD dengan anggaran yang telah diterimanya.
“OPD ngalem ditinggal, Sekda lama kerjanya, ya ditinggal,” ucapnya.

Dikatakannya pelaksanaan lelang hendaknya dipercepat agar realisasi pembangunan segera dapat dilaksanakan.

Kepala OPD diharapkan berlari kencang untuk segera mewujudkan pembangunan. Karena hal itu akan dilakukannya selama kepemimpinannya bersama Gus Muhdlor. “Bupatinya muda, wakil bupatinya setengah muda maka kerja harus lari kencang,” pintanya.

Mantan Ketua Komisi A DPRD Sidoarjo tersebut juga menargetkan selama tiga bulan kedepan realisasi 17 program kerja dengan menyesuaikan anggaran yang sudah digedok akan dapat dilakukan.

Seperti revitalisai sungai dengan program normalisasi sungai yang dilakukan tiap bulan. Nantinya tiap kecamatan akan memiliki alat berat truk bego untuk dapat dioperasionalkan melakukan pengerukan sungai.

“Dimana Sidoarjo itu tiap bulan ada program normalisasai. Coba nanti kita lakukan ditiap kecamatan untuk dioperasionalkan,” paparnya meminta.

Subandi juga menginginkan betonisasi bisa dijalankan mulai tahun ini. Dirinya berharap tidak ada lagi julukan Sidoarjo sebagai kota seribu lubang. Pemkab Sidoarjo akan melakukan pendampingan kepada seluruh desa untuk dapat segera menjalankan program betonisasi jalan desa.

Dan ditahun kedua lanjut Subandi, betonisasi diharapkan sudah dapat dilakukan desa dengan swakelola melalui dana BKK (Bantuan Keuangan Khusus) dari kabupaten.

“Saya ingin betonisasi bisa dijalankan mulai tahun ini. Jangan ada lagi julukan Sidoarjo kota seribu lubang. Tahun ini kita akan memberikan pengarahan dan pendampingan kepada seluruh kepala desa untuk menjalankan program betonisasi jalan desa,” ucapnya.

Subandi juga menyoroti pembangunan frontage yang terkesan lambat. Dirinya melihat selama ini tidak ada keberanian dari OPD untuk segera menjalankan pembangunannya. Padahal dilihatnya anggaran dana pembangunannya sudah ada. Namun mengapa pembangunannya berlarut-larut. Padahal pembangunan frontage road ditunggu-tunggu masyarakat.

“Saya tidak mau lagi terjadi seperti itu. Sudah ada dananya tapi tidak segera dilakukan pengerjaannya,” jelas Subandi.

Dirinya mengajak seluruh OPD yang ada untuk kerja bersama. Dirinya menyadari pembangunan di Kabupaten Sidoarjo tidak akan terlaksana dengan baik tanpa dukungan semua pihak. Ia juga meminta kepada seluruh pejabat Sidoarjo untuk tidak memikirkan mutasi jabatan.

Menurutnya yang terpenting saat ini adalah bekerja bersama mewujudkan pembangunan agar dapat segera dinikmati masyarakat Sidoarjo.

“Ayo bareng-bareng nyambut gawe. Sudah nggak usah memikirkan mutasi,” ajak mantan Kades Pabean Kec. Sedati dua periode itu. (isa/ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar