Politik Pemerintahan

Ini Pesan Ridwan Hisjam di Tengah Pandemi Covid-19 dan Politik Luar Negeri

Malang (beritajatim.com) – Anggota DPR RI dari Partai Golongan Karya, Ridwan Hisjam ingatkan masyarakat untuk ikut memperhatikan kondisi kebangsaan ditengah-tengah pandemi Covid-19 secara kekinian.

Hal itu disampaikan Ridwan Hisjam saat bertemu dan berdialog dengan Purnawirawan TNI-POLRI atau Persatuan Purnawirawan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (PEPABRI), Badan Pembudayaan Kejuangan 45 (DHD 45) dan Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) di RH Center, Perum Permata Jingga Blok. AA No.9, Kelurahan Mojolangu, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, belum lama ini.

Dalam kegiatan tersebut juga dihadiri Wakil Walikota Malang Sofyan Edi Jarwoko, Anggota DPRD Kota Malang Suryadi, Ketua Pepabri Kota Malang Letkol Purn. Chrisetyono Tri Suprapto, dan Ketua LVRI Kota Malang Letkol Purn. Harijono.

Dalam rilisnya, Ridwan Hisjam menyampaikan, melihat kondisi kebangsaan terkini, jelas berdampak pada perekonomian masyarakat, lantaran terpengaruh kondisi politik.

“Saat ini kondisi internasional lagi memanas, dimana Amerika mempertahankan statusnya sebagai negara super power dan sudah terlanjur mengajukan pada senat Amerika untuk membantu Hongkong dalam menjaga bisnis dan demokrasi serta mengancam perang dengan RRC China,” ungkapnya, Sabtu (6/6/2020).

Menurut Ridwan, Anggota DPR dari Dapil Malang Raya itu, peperangan jelas akan terjadi. Apalagi Amerika Serikat telah mempersiapkan dengan negara sekutunya untuk bersiap-siap di di Laut China Selatan yang dekat dengan Pulau Natuna.

“China yang merasa terancam dan merasa punya peralatan militer dan bom nuklir siap melayaninya, karena jika tidak dilayani maka konsekuensi yang terjadi bubarnya partai komunis China dan wilayah China akan terpecah belah seperti Uni Soviet,” terangnya.

Kata Ridwan, jika perang itu terjadi, maka salah satu negara yang terdampak adalah Indonesia lantaran sampai sekarang kurang maksimal memainkan politik bebas aktif. Padahal, jika nuklir meledak di laut China selatan, maka Sumatra akan rata dengan tanah dan radiasi nuklir akan menghancurkan kehidupan.

“Ini jelas menjadi pelajaran besar bagi bangsa Indonesia untuk berada di poros tengah sebagai negara yang mengikuti gerakan Non-Blok. Dalam satu sisi, Indonesia tetap berkeyakinan perang dingin yang terjadi tidak akan berdampak bagi Bangsa Indonesia khususnya,” beber Ridwan.

Untuk itu, tambah Ridwan, Bapak Presiden Jokowi harus mampu memberikan Kontribusi Bagi kemaslahatan Bangsa dalam menghadapi Pandemi Covid-19 serta isu-isu panasnya dua negara besar di dunia. Karena, jika bisa diantisipasi, akan menjadi kekuatan korektif bersama dan menjadi filter Pemerintah Republik Indonesia sebelum nantinya, bisa masuk pada dampak politik.

“Coba kita rasakan ketika melihat situasi saat ini dengan adanya Pandemi Covid-19 ini ada banyak persoalan-persoalan yang tentunya di alami oleh masyarakat. Salah satunya masalah ekonomi, jika terus dibiarkan maka akan terjadi konflik sosial. Sejarah sudah pernah membuktikan dari dampak ekonomi ke dampak konflik sosial hingga ke dampak politik, perjalanannya sangat cepat sekali,” Ridwan Hisyam mengakhiri. [yog/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar