Politik Pemerintahan

Ini Pesan Bupati Magetan untuk Pengurus Baru DPC Paravetindo

Magetan (beritajatim.com) – Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Paramedik Veteriner dan Inseminator Indonesia (Paravetindo) Jawa Timur melantik pengurus DPC Paravetindo Magetan masa jabatan 2020-2025, di Aula Hotel Bukit Bintang, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan.

DPC Paravetindo diharapkan mampu berperan dalam upaya peningkatan produktifitas produk-produk hewani di Kabupaten Magetan.

Kepala UPT Inseminasi Buatan Dinas Peternakan Provinsi Jatim Dr. drh. Iswahyudi, MP mengatakan, bahwa Provinsi Jawa Timur punya target akhir Desember 2020 seluruh petugas di lapangan harus punya izin. Karena tanpa izin mereka tidak mengikuti aturan Permentan 03 Tahun 2019.

Sesuai Permentan Nomor 03 Tahun 2019, keluar aturan bahwa mereka harus memiliki SIPP dan harus berpemdidikan linier. Apabila mereka tidak punya SIPP berarti mereka ini ilegal.

“Harus D3 Kesehatan Hewan, atau SMK kesehatan hewan tetapi untungnya aturan ini tidak berlaku surut, sampai berlaku surut bisa lumpuh peternakan di Indonesia,” tutur Iswahyudi, Senin (9/11/2020).

Jawa Timur Sendiri memiliki target terjadi kelahiran sapi 1,2 juta di tahun 2020. Menurut data akhir Oktober sudah lahir 960 ribu sapi. Kabupaten Magetan juga menjadi salah satu penyumbang terbanyak nomer lima pelaporan kelahiran ternak di Jawa Timur.

Ia juga berpesan selamat, sudah dilantik dan mengingatkan bahwa posisinya tetap paramedik bukan dokter hewan. Artinya adalah pembantu dokter hewan. Karena sudah dilantik jangan jumawa menjadi dokter, untuk itu perlu kerja sama antara paramedik dan medik.

“Paraventindo dan PDHI harus berkolaborasi, bagi paramedik ada organisasi profesi , agar bisa maju. Dan utamakan kekompakan anggota. Kerjasama antara medik dan paramedik juga harus ditingkatkan,” pungkas Iswahyudi.

Sementara itu Bupati Kabupaten Magetan Suprawoto mengatakan bahwa  dengan profesi masing-masing untuk bisa mengembangkan potensi di Magetan. Organisasi profesi, artinya profesi perlu keahlian khusus. Profesi punya kode etik mandiri memutuskan tanpa campur tangan orang lain.

“Pahami betul karena anda itu berada garda terdepan, harus sesuai standar jangan dilebih-lebihkan karena itu akan membebani peternak kita di lapangan,” tegas Suprawoto.

Ia juga berpesan, untuk saling memajukan potensi yang ada di Kabupaten Magetan. Khususnya Veterindo untuk berkomitmen memajukan di bidang ketahanan sumber daya alam hewani. Mulai dari kesehatan hewan dan kegiatan yang berkaitan dengan reproduksi. (asg/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar