Politik Pemerintahan

Ini Persyaratan dari Pemkot Surabaya Jika Hiburan Malam Ingin Buka

Kantor Pemkot Surabaya

Surabaya (beritajatim.com) – Pemerintah Kota Surabaya tengah merencanakan pembukaan kembali Ruang Hiburan Umum (RHU). Namun, dibukanya RHU ini tentu datang dengan beberapa persyaratan untuk pengelolanya.

Salah satu persyaratannya adalah membayar biaya atau deposit sebesar Rp 100 juta, bagi pemilik karaoke, spa, panti pijat serta hiburan malam. Terlebih, aturan tersebut tertuang dalam SOP yang dalam waktu dekat akan ditetapkan.

“Jadi kenapa harus deposit, karena ini untuk antisipasi pelanggaran. Uang jaminan itu sebagai pembayaran denda, karena ketika tanpa deposit ada peluang melanggar aturan,” ungkap Kasatpol PP Eddy Christijanto.

Eddy megungkapkan, untuk pengunjung dan karyawan yang datang wajib untuk menyerahkan bukti vaksinasi Covid-19. Hal ini bertujuan untuk mengurangi risiko serangan Covid-19 supaya tidak muncul klaster RHU.

“Terus akses keluar masuk pengunjung juga diatur, sama pembatasan kapasitas dalam ruanganitu. Nah kami juga meminta pihak pengelola untuk merancang sirkulasi udara di dalam ruangan,” ujarnya.

Selanjutnya, pada aturan SOP terdapat juga persyaratan yang menginstrusikan bahwasanya seluruh pengunjung dan karyawan harus terbebas dari Covid-19. Hal ini harus dibuktikan dengan menunjukkan surat tes swab negatif Covid-19.

Untuk hiburan malam, terdapat 33 poin SOP yang harus dipenuhi, yakni mengajukan surat kepada Satgas Percepatan Penanganan Covid-19. “Isinya menerangkan bentuk kegiatan di RHU tersebut. Terus habis gitu, Satgas lakukan assessment dan hasil telaah itu harus dipenuhi pengelola,” kata Eddy.

Kendati demikin, rencana pembukaan RHU tersebut telah dirapatkan pada Minggu lalu bersama sejumlah pakar. Mereka (pakar) terdiri dari Perhimpunan Sarjana Kesehatan Masyarakat (Persakmi) serta Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

“Memang, dalam pertemuan itu ada sejumlah perbedaan pendapat. Ada yang sepakat membuka RHU karena sudah satu tahun pengusaha hiburan tutup dan tidak mendapatkan pemasukan. Namun juga sebagian menolak. Nah biar ekonomi bergerak ini Pemkot merancang RHU kembali beroperasi dengan prokes ketat,” pungkas Eddy. [ifw/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar